>>> Daftar Tanggal Merah Juni 2026: Libur Nasional dan Cuti Bersama

Penelitian menunjukkan bahwa makan larut malam sering kali meningkatkan kadar gula darah lebih tinggi daripada makan yang sama di siang hari.

Seiring waktu, kebiasaan ini dapat menyebabkan gangguan regulasi gula darah dan disfungsi metabolik, yang meningkatkan risiko penumpukan lemak dan MASLD.

Penumpukan Lemak di Hati

Makan larut malam juga dikaitkan dengan penumpukan lemak yang lebih besar di hati, yang dapat meningkatkan risiko MASLD.

Hati mengikuti ritme sirkadian, sehingga pemrosesan nutrisi berbeda tergantung waktu.

"Sebuah studi terhadap 32.000 orang menunjukkan bahwa melewatkan sarapan dan ngemil larut malam dikaitkan dengan peningkatan risiko MASLD sebesar 52%," papar Malhotra.

Penumpukan lemak ini mungkin tidak selalu disertai gejala yang jelas, sehingga pemeriksaan enzim hati secara rutin sangat penting.

Peradangan Hati

Makan di malam hari dapat meningkatkan peradangan di hati dan seluruh tubuh. Peradangan kronis dapat menyebabkan jaringan parut hati dan masalah kesehatan yang lebih serius.

Proses metabolisme hati menjadi tidak selaras dengan ritme sirkadian akibat makan larut malam. Gangguan ini dapat menyebabkan peradangan hati dan penumpukan lemak.

>>> Rahasia Budaya Sekolah Aman di Tuban: Siswa Tantrum Kini Lebih Kalem

Hal ini mungkin menjadi alasan mengapa pekerja shift malam sering memiliki enzim hati yang lebih tinggi dan risiko disfungsi hati yang lebih besar.