Liver atau hati merupakan organ vital yang berfungsi menyaring racun dari tubuh. Namun, sejumlah kebiasaan malam hari ternyata bisa mempercepat kerusakan hati jika dilakukan terus-menerus.

Para ahli kesehatan menyebut begadang dan makan larut malam, terutama ngemil makanan tinggi garam, lemak, gula, serta minuman beralkohol, sebagai kebiasaan yang paling sering dikaitkan dengan gangguan hati.

>>> Rincian 5 Klaster Biaya Hidup KIP Kuliah 2026, Cair Langsung ke Rekening

Dampak Makan Larut Malam pada Hati

Simran Malhotra, M. D.

, DipABLM, CHWC, seorang dokter pengobatan gaya hidup dan pendiri Wellness By LifestyleMD, menjelaskan bahwa kebiasaan malam hari dapat meningkatkan risiko penyakit hati steatosis terkait disfungsi metabolik (MASLD).

Meskipun alkohol sering dianggap sebagai penyebab utama, para ahli justru menekankan bahwa kebiasaan makan larut malam secara kronis mungkin menjadi kontributor terbesar terhadap disfungsi hati.

Hati memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa, tetapi membutuhkan waktu pemulihan yang cukup dan bekerja paling baik selama ritme harian normalnya.

"Kebiasaan makan larut malam yang kronis mengganggu ritme sirkadian hati, atau siklus istirahat malam hari, yang dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi, penumpukan lemak, dan peradangan," kata Malhotra.

Gangguan Metabolisme Glukosa

Salah satu peran utama hati adalah mengatur kadar gula darah dengan menyimpan, melepaskan, atau memproduksi glukosa sesuai kebutuhan.

Di malam hari, tubuh tidak sepeka terhadap insulin, sehingga pemrosesan gula darah menjadi kurang efisien.

"Makan larut malam dapat menyebabkan kadar gula darah lebih tinggi karena tubuh, termasuk hati, memproses glukosa kurang efisien di malam hari," ungkap Lisa Andrews, M.

Ed. , RD, LD, seorang ahli nutrisi.