Emas perhiasan tetap menjadi pilihan investasi dan aksesori yang diminati banyak kalangan. Nilainya yang stabil namun dinamis membuat pemahaman harga menjadi penting bagi calon pembeli.

Pada Senin, 1 Juni 2026, pasar emas menunjukkan pergerakan yang dipengaruhi faktor eksternal dan internal. Artikel ini menyajikan daftar harga terkini serta panduan bertransaksi emas.

>>> Surplus Neraca Dagang RI April 2026 Susut ke US$89 Juta, Terendah dalam Sejarah

Faktor yang Memengaruhi Harga Emas Perhiasan

Kadar kemurnian atau karat menjadi faktor utama penentu harga perhiasan emas. Emas 24 karat adalah yang paling murni namun lunak, sehingga sering dicampur logam lain agar lebih kuat.

Perhiasan 18 karat atau 14 karat memiliki campuran logam tambahan sehingga lebih tahan lama. Semakin tinggi kadar emas murni, harganya semakin mendekati emas batangan.

Kondisi ekonomi global juga memengaruhi fluktuasi harga emas domestik. Sentimen pasar, nilai tukar dolar AS, dan kebijakan bank sentral sering memicu perubahan harga mendadak.

Ketidakpastian ekonomi mendorong investor beralih ke emas sebagai aset aman. Hal ini meningkatkan permintaan dan mendorong harga emas perhiasan naik di tingkat ritel.

Ongkos pembuatan atau aspek artistik juga menjadi elemen biaya yang perlu diperhatikan. Desain rumit membutuhkan keahlian tinggi sehingga biaya pembuatannya lebih mahal.

Biaya pembuatan biasanya tidak dihitung saat menjual perhiasan. Toko hanya menaksir nilai berdasarkan berat bersih dan kadar emas yang terkandung.

Update Harga Emas Batangan dan Perhiasan 1 Juni 2026

Sebagai patokan, harga emas batangan Antam ukuran 1 gram berada di Rp 2.799.000 dengan buyback Rp 2.609.000.

Sementara itu, harga emas di Pegadaian untuk produk UBS Rp 2.850.000 per gram dan Antam Rp 2.911.000.