Nvidia meluncurkan superchip RTX Spark untuk laptop Windows dalam ajang Computex di Taipei, Taiwan, Senin (1/6/2026).

Langkah ini menyasar pasar komputer personal berbasis kecerdasan buatan (AI).

>>> Nvidia Luncurkan DGX Station for Windows, Superkomputer AI untuk Meja Kerja

Superchip tersebut menggabungkan GPU Blackwell dan CPU Grace berbasis Arm. Chip ini dirancang untuk menjalankan agen AI, pembuat konten, serta pemain gim.

Peluncuran ini memperluas jangkauan Nvidia ke sektor perangkat konsumen sekaligus menantang dominasi produsen chip konvensional seperti Intel, AMD, dan Qualcomm di pasar Windows on Arm.

Dampak langsung terlihat di bursa saham.

Saham Nvidia naik 4 persen dan Microsoft menguat 3 persen, sementara saham Intel turun 6 persen dan AMD merosot 5 persen.

Nvidia mengonfirmasi bahwa produk ini akan tertanam pada jajaran laptop premium buatan Lenovo, HP, Dell, Microsoft Surface, Asus, dan MSI.

Laptop tersebut dijadwalkan meluncur pada musim gugur 2026, diikuti oleh Acer dan Gigabyte.

Berdasarkan data dari perusahaan riset Gartner, produsen seperti Lenovo, HP, Dell, dan Apple menguasai hampir 75 persen pangsa pasar PC global pada tiga bulan pertama tahun ini.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa laptop bertenaga RTX Spark ini akan memiliki ketebalan sekitar 14 milimeter.

Laptop ini dilengkapi kamera web HD, daya tahan baterai sepanjang hari, serta kapasitas memori hingga 128GB.

Meski harga resmi belum diumumkan, Nvidia berencana menyediakan varian RTX Spark dengan spesifikasi dan memori lebih rendah untuk menyasar segmen laptop yang lebih terjangkau.

Terkait pengembangan perangkat lunak, Nvidia bekerja sama dengan Microsoft dan para pengembang.

Kerja sama ini bertujuan memastikan program-program global yang berbasis arsitektur x86 dapat berjalan optimal di chip Arm ini.