Nvidia Luncurkan Superchip RTX Spark untuk Laptop Windows di Computex
Pengumuman ini juga bertepatan dengan kebijakan baru Amerika Serikat pada hari Minggu yang memperketat izin ekspor chip AI paling canggih, termasuk prosesor Blackwell, ke anak perusahaan Tiongkok yang berada di luar negeri.
Saat ini, lonjakan kebutuhan pusat data untuk mendukung teknologi kecerdasan buatan telah mendorong nilai pasar Nvidia melampaui 5 triliun dolar AS.
Hal ini menjadikannya perusahaan paling berharga di dunia.
>>> Instagram Resmi Hadirkan Fitur Teleprompter untuk Rekam Video Reels
"This reinvention of the computer is as big of a deal as the reinvention of the phone into what we now know as the smartphone," kata Jensen Huang, Chief Executive Nvidia.
Huang menyampaikan hal tersebut saat memperkenalkan chip yang menjadi penanda masuknya perusahaan ke pasar perangkat konsumen terintegrasi AI.
"A new superchip...
for the era of personal AI agents - offering a new class of computer that moves from tool to teammate," tulis Nvidia dalam situs resminya.
Komponen ini disiapkan untuk mendukung program perangkat lunak otonom yang digerakkan oleh AI seperti OpenClaw.
"Our goal is to deliver unmetered intelligence to every home and every desk with Windows," kata Satya Nadella, Chairman dan Head of Microsoft.
Nadella menambahkan bahwa kehadiran perangkat keras baru ini menjadi langkah maju yang nyata untuk mewujudkan visi pemanfaatan platform Windows yang aman.
"RTX Spark marks a real breakthrough towards that vision," tutur Satya Nadella.
Di sisi lain, analis industri memberikan pandangan terkait pergeseran strategi bisnis serta dampak biaya dari inovasi teranyar Nvidia ini.
"This will directly challenge Intel, AMD, and Qualcomm and raise competitive pressure on performance, efficiency, and AI integration," kata Charlie Dai, Vice President dan Principal Analyst di Forrester.
Dai menilai pengumuman ini menunjukkan perubahan paradigma Nvidia dari sekadar pemasok komponen menjadi pemilik arsitektur di pasar PC.
"Likely to come with a significant price tag," kata Ian Fogg, Research Director di FDM CCS Insight.
Fogg menambahkan bahwa Nvidia kemungkinan besar akan membidik konsumen yang membutuhkan performa setingkat workstation.
"A reason to stay within its own software and hardware orbit," kata Dr Ian Cutress, seorang analis semikonduktor.
>>> Ilmuwan Temukan Cara Ukur Massa Planet Tersembunyi Lewat Debu Kosmik
Menurut Cutress, kehadiran laptop Windows dengan perangkat keras Nvidia ini memberikan alasan kuat bagi para pengembang AI untuk tidak beralih ke ekosistem lain.
Update Terbaru
Kisah Viral: Wanita Hampir Cerai karena Suami Beri Hadiah Makeup YSL ke Rekan Kerja
Jumat / 17-07-2026, 17:48 WIB
Fallout Veteran Brian Fargo Pastikan RPG Barunya Tak Punya Pendamping Menyebalkan
Jumat / 17-07-2026, 17:35 WIB
Trailer Baru Spider-Man: Brand New Day Hanya Bisa Ditonton di Bioskop
Jumat / 17-07-2026, 17:35 WIB
Thomas Tuchel Soroti DNA Sepak Bola Inggris Usai Gagal di Piala Dunia 2026
Jumat / 17-07-2026, 17:35 WIB
Messi Hanya Lepas Satu Tembakan, Dua Assist Hancurkan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Jumat / 17-07-2026, 17:35 WIB
Pakar UGM Usul Potong Gaji Komisaris BUMN dan Tunjangan Pejabat untuk Bayar PPPK
Jumat / 17-07-2026, 17:35 WIB
Bolehkah Olahraga saat Perut Kosong? Ini Manfaat dan Risikonya
Jumat / 17-07-2026, 17:33 WIB
Polisi Pastikan Uang Miliaran dan Emas 74 Kg Eks Jampidsus Asli
Jumat / 17-07-2026, 17:33 WIB
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Dorong Konsumen Beralih ke Pertalite
Jumat / 17-07-2026, 17:33 WIB
Realme Hentikan Pengembangan Produk Baru di China, Fokus ke Pasar Global
Jumat / 17-07-2026, 17:28 WIB
Samsung Luncurkan SSD 990 dengan Kecepatan 7.250 MB/s, Harga Lebih Terjangkau
Jumat / 17-07-2026, 17:28 WIB
XLSmart Perluas Jaringan 5G Blanket Coverage di 8 Wilayah Jawa Timur
Jumat / 17-07-2026, 17:28 WIB
13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Berkompetisi di Super League Musim Ini
Jumat / 17-07-2026, 17:23 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Rp68,24 Triliun Sepanjang 2025
Jumat / 17-07-2026, 17:23 WIB







