Para astronom berhasil menemukan metode baru untuk mengukur berat planet yang tidak terlihat dan terletak sejauh belasan tahun cahaya.

Teknik ini memanfaatkan pengamatan struktur debu terang di sekitar bintang muda yang terbentuk akibat aktivitas planet bayi atau exoplanet.

>>> Ruben Onsu Sulit Temui Anak, Ayah Kandung Terasa Asing

Planet lahir dari gas, debu, dan fragmen kecil bernama planetesimal yang berputar mengelilingi bintang muda hingga membentuk piringan protoplanet.

Ketika bayi planet mengorbit bintang induknya, mereka akan mengikis jalur khusus pada piringan gas dan debu tersebut.

"Kami telah lama memahami bahwa cincin dapat terbentuk dari debu terkonsentrasi yang menumpuk tepat di luar orbit planet muda yang tertanam, tetapi sejauh ini kami belum dapat menghubungkan fitur cincin ini dengan massa planet," ujar pemimpin tim, Amena Faruqi dari Astronomy and Astrophysics Group di Universitas Warwick, Inggris.

"Dengan membaca 'di antara cincin', kami kini menemukan cara untuk merekonstruksi massa planet yang menciptakan cincin tersebut, bahkan ketika planet-planet itu terlalu redup atau terlalu tertanam untuk diamati secara langsung."

"Cincin-cincin terang ini bukan sekadar struktur yang indah, mereka pada dasarnya adalah sidik jari planet," tambahnya.

Melalui simulasi komputer, Amena Faruqi dan timnya menganalisis bagaimana massa exoplanet membentuk pola khas pada cincin debu.

Mereka menemukan bahwa lebar cincin debu dan lokasi titik paling terang merupakan kunci utama untuk mengukur karakteristik planet yang tersembunyi.

Para ilmuwan menguji teknik baru ini pada sistem planet PDS 70 yang berjarak sekitar 370 tahun cahaya dari Bumi.

Sistem tersebut sebelumnya telah dipelajari menggunakan teleskop radio Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) di Cile.