Ilmuwan Temukan Cara Ukur Massa Planet Tersembunyi Lewat Debu Kosmik
"Salah satu kekuatan dari karya ini adalah tidak berhenti di ranah teori, kami telah mampu mengambil hasil simulasi ini dan menerapkannya langsung pada sistem nyata yang diamati," kata Jessica Speedie dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).
>>> Nvidia Luncurkan CPU Vera, Prosesor Khusus untuk Agen AI
"Menggunakan sistem PDS 70 sebagai laboratorium pengamatan secara khusus memungkinkan verifikasi nyata dari pendekatan tersebut, memberi kami keyakinan bahwa metode ini benar-benar siap untuk diterapkan secara luas secepat mungkin."
Sistem PDS 70 menjadi subjek uji coba yang ideal karena memiliki dua exoplanet, PDS 70 b dan PDS 70 c, yang sudah berhasil dicitrakan langsung.
Teknik baru ini menghasilkan estimasi massa PDS 70 c sekitar 7,5 kali massa Jupiter, selaras dengan perkiraan saat ini.
Hasil simulasi juga mengungkap bahwa planet berukuran besar dapat memerangkap debu di dalam cincin hingga setara 20 kali massa Bumi.
Menurut Ralph Pudritz dari Departemen Fisika dan Astronomi di Universitas McMaster, hal ini menegaskan pengamatan ALMA sekaligus memicu pertanyaan mengapa planet baru belum terdeteksi di dalam tumpukan debu tersebut.
Teknik mendeteksi sistem planet bayi ini diharapkan dapat membantu manusia memahami bagaimana sistem tata surya kita sendiri terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu.
Farzana Meru, anggota tim dari Departemen Fisika di Universitas Warwick, menyambut antusias momen ini. "Yang paling membuat saya bersemangat adalah ketepatan waktunya.
Dengan ALMA yang menghasilkan gambar piringan yang semakin terperinci, dan fasilitas masa depan yang akan segera hadir, tidak pernah ada momen yang lebih baik untuk mengembangkan metode ini," ujarnya.
"Menggabungkan diagnostik berbasis debu kami dengan pengamatan tekanan gas akan membuka jendela baru yang kuat untuk melihat planet-planet tersembunyi yang membentuk piringan ini dan beragam sistem planet yang akan mereka bentuk selanjutnya."
>>> NVIDIA Kenalkan Chip Laptop RTX Spark Berbasis Arm di Computex 2026
Penelitian komprehensif ini telah diterbitkan di The Astrophysical Journal.
Update Terbaru
5 Rekomendasi Lip Tint Tahan Lama dan Terjangkau untuk Remaja
Selasa / 02-06-2026, 14:04 WIB
Surplus Neraca Dagang RI April 2026 Susut ke US$89 Juta, Terendah dalam Sejarah
Selasa / 02-06-2026, 14:04 WIB
Resmi! BCA Ubah Batas Beli Valas Tunai per 2 Juni 2026, Cek Aturan Terbaru
Selasa / 02-06-2026, 14:04 WIB
iPhone 17 Pimpin Penjualan Smartphone Global pada Kuartal I 2026
Selasa / 02-06-2026, 14:03 WIB
Ma Dong Seok Umumkan Kepergian Sang Ayah
Selasa / 02-06-2026, 14:01 WIB
HokBen Hadirkan Promo Hari Lahir Pancasila Juni 2026
Selasa / 02-06-2026, 13:59 WIB
Map Splinter CS2 Karya FMPONE Viral, Siap Masuk Pool Kompetitif?
Selasa / 02-06-2026, 13:59 WIB
Kecelakaan Maut di Ngawi: Pelajar Meninggal Tertabrak Bus, Video Viral
Selasa / 02-06-2026, 13:59 WIB
Ramalan Zodiak Cinta: Kunci Keharmonisan Hubungan Asmara
Selasa / 02-06-2026, 13:57 WIB
Segini Besaran Gaji ke-13 PNS yang Mulai Cair pada Juni 2026
Selasa / 02-06-2026, 13:57 WIB
10 Kanker Paling Langka, Ada yang Gejalanya Mirip Sakit Maag
Selasa / 02-06-2026, 13:57 WIB
Ilmuwan Ungkap Rahasia Struktur Roda Kereta Raksasa di Tempat Lahir Bintang
Selasa / 02-06-2026, 13:57 WIB
Kemenhub Terbitkan Aturan Penyeberangan Kendaraan Listrik di Kapal Feri
Selasa / 02-06-2026, 13:56 WIB
7 Sumber Karbon Monoksida di Rumah yang Mematikan dan Cara Mencegahnya
Selasa / 02-06-2026, 13:56 WIB






