Harga minyak mentah dunia masih bertahan di posisi tertinggi dalam beberapa pekan terakhir pada perdagangan Selasa (2/6/2026).

Kondisi ini dipicu oleh memanasnya situasi geopolitik akibat belum adanya kepastian dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

>>> Wajib Pajak Kriteria Ini Segera Daftar Ulang ke DJP Sebelum 10 Juni 2026

Pasar saat ini menyoroti kelanjutan proses gencatan senjata serta nasib jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.

Ketidakjelasan laporan mengenai status dialog kedua negara memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Pergerakan Harga Minyak Brent dan WTI

Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga minyak mentah jenis Brent naik tipis 6 sen atau 0,06 persen menjadi US$95,04 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS justru terkoreksi 17 sen atau 0,18 persen ke posisi US$91,99 per barel.

Sebelumnya, kedua kontrak acuan minyak dunia sempat melonjak lebih dari 5 persen pada sesi sebelumnya. Namun, penguatan tersebut sedikit tertahan setelah pernyataan terbaru dari pihak Washington.

Presiden AS Donald Trump menyatakan belum menerima informasi resmi mengenai pembatalan diskusi dengan Teheran.

Hal ini bertolak belakang dengan laporan media Tasnim yang menyebut Iran telah menangguhkan perundingan tidak langsung dengan AS.

Fokus Pasar pada Ketegangan di Selat Hormuz

Analis pasar kini mengamati setiap pernyataan dari kedua belah pihak yang berseteru.

Fokus utama tertuju pada ancaman Iran terkait penutupan Selat Hormuz dan pergerakan kapal tanker di wilayah tersebut.

Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer, menilai dinamika negosiasi AS-Iran akan sangat menentukan harga ke depan.

>>> Sinetron Kuasai Prime Time, Daftar Rating TV per Selasa, 2 Juni 2026 Masih Didominasi Drama Harian