Menurutnya, perkembangan substansi pernyataan kedua negara menjadi kunci apakah premi risiko pada harga minyak akan tetap tinggi atau menurun.

Berikut faktor kunci yang mempengaruhi fluktuasi harga minyak saat ini:

  • Kepastian kemajuan atau kemunduran dalam negosiasi AS-Iran.
  • Ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Teheran yang dapat mengganggu distribusi minyak dunia.
  • Pantauan aktivitas fisik kapal tanker di jalur pelayaran strategis Timur Tengah.
  • Dampak kebijakan gencatan senjata parsial antara Hizbullah dan Israel di Lebanon terhadap deeskalasi wilayah.

Situasi ini menunjukkan betapa sensitifnya sektor energi terhadap stabilitas politik di kawasan produsen minyak utama. Investor cenderung waspada sambil menunggu bukti nyata dari upaya perdamaian yang berlangsung.

Prediksi Volatilitas Harga ke Depan

Meskipun ada upaya deeskalasi di Lebanon melalui gencatan senjata parsial, pasar dinilai belum sepenuhnya tenang.

Konflik yang lebih luas di Timur Tengah tetap menjadi faktor risiko utama yang membayangi pergerakan harga komoditas ini.

Analis dari IG, Tony Sycamore, memprediksi harga minyak masih akan menunjukkan volatilitas sangat tinggi dalam waktu dekat.

Selama belum ada titik terang terkait kesepakatan damai permanen, harga sulit stabil.

Berikut perbandingan posisi harga minyak dunia pada perdagangan terkini:

  • Minyak Brent (Global): US$95,04 per barel (+0,06%)
  • Minyak WTI (AS): US$91,99 per barel (-0,18%)

Data tersebut menunjukkan perbedaan arah pergerakan antara dua acuan minyak utama di tengah ketidakpastian global.

>>> Harga Tiket Piala Dunia 2026 di Pasar Resale Mulai Turun, Beri Harapan Fans

Pelaku pasar disarankan terus memantau perkembangan berita dari Timur Tengah karena dampaknya yang instan terhadap harga energi.