Gelombang protes terhadap mahalnya harga tiket Piala Dunia 2026 mulai membuahkan hasil.

Para penggemar kini merasakan sedikit kelegaan karena harga di pasar penjualan kembali atau pasar sekunder mulai menurun.

>>> Jadwal Indonesia Open 2026: 11 Wakil Merah Putih Siap Beraksi, Cek Link Resmi Terbaru

Data terkini menunjukkan biaya tiket melalui platform pihak ketiga tidak lagi setinggi sebelumnya.

Fenomena ini memberi harapan baru bagi masyarakat yang ingin menyaksikan turnamen secara langsung tanpa menguras kantong.

Penurunan Harga Tiket di Pasar Resale

Berdasarkan laporan grup analitik TicketData. com, harga tiket untuk lebih dari 90 persen pertandingan mulai menyusut.

Penurunan terjadi merata di berbagai situs populer seperti StubHub dan SeatGeek.

Harga rata-rata di platform resale tercatat anjlok sekitar 24 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Bahkan dalam sepekan terakhir, nilai tiket sudah menyusut sebesar 8 persen.

Hingga pertengahan Mei, tiket kategori termurah atau "get in" untuk fase grup dibanderol US$560 atau setara Rp8,9 juta.

Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan bulan lalu yang masih US$720.

Namun, untuk kenyamanan lebih, harga kursi di tribun bawah masih tergolong tinggi. Untuk banyak pertandingan babak penyisihan grup, posisi tersebut masih bertahan di atas US$1.000.

Penyebab Harga Mulai Melandai

Keith Pagello, pendiri TicketData, menilai harga tiket jatuh karena minimnya aktivitas pembelian. Meski minat publik terhadap Piala Dunia tetap besar, kecepatan transaksi di pasar berjalan lambat.

Hal ini memaksa penjual di pasar sekunder menurunkan ekspektasi keuntungan agar tiket segera terjual.

Di sisi lain, FIFA mengklaim telah menjual sekitar 5 juta lembar tiket dan menegaskan minat pasar tetap kuat.