Namun, kapasitas total stadion di Amerika Utara yang mencapai 7,5 juta kursi menunjukkan ketersediaan tiket masih sangat melimpah.

Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya membela kebijakan harga tinggi sebagai upaya menekan spekulan.

>>> Timnas Indonesia U-19 vs Timor Leste: Nova Arianto Siapkan Rotasi Mengejutkan

"Apabila kami menjual tiket dengan harga terlalu murah, maka tiket tersebut akan segera dikuasai pihak lain untuk dijual kembali dengan harga lebih mahal," ujar Infantino pekan lalu.

Faktor Geopolitik dan Ekonomi Global

Menurunnya gairah pembelian tiket tidak lepas dari situasi geopolitik dan ekonomi dunia yang tidak stabil.

Konsumen harus berhadapan dengan lonjakan harga kebutuhan pokok, termasuk biaya bahan bakar dan tiket pesawat.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu pemicu kenaikan biaya perjalanan internasional. Inflasi yang melambung tinggi melebihi pertumbuhan upah membuat anggaran hiburan seperti menonton bola terpangkas.

Laporan American Hotel & Lodging Association juga memperkuat indikasi lesunya minat pengunjung ke kota tuan rumah.

Di Kansas City, Boston, dan Seattle, tingkat pemesanan hotel dilaporkan masih di bawah target.

Di Kansas City, 90 persen responden pengelola penginapan melaporkan angka penjualan kamar lebih rendah dibandingkan musim panas biasanya.

Kondisi ini menciptakan kekhawatiran mengenai okupansi selama turnamen.

Beberapa faktor utama penyebab menurunnya permintaan tiket:

  • Kenaikan biaya hidup: inflasi global membuat masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan pokok.
  • Biaya transportasi: lonjakan harga bahan bakar menyebabkan tarif tiket pesawat ke Amerika Utara lebih mahal.
  • Krisis geopolitik: ketidakpastian akibat ketegangan AS-Iran memengaruhi psikologi calon wisatawan.
  • Sikap menunggu: calon pembeli sengaja menunda transaksi karena melihat tren harga yang terus turun.

Kini pasar terjebak dalam siklus unik di mana calon penonton memilih menunggu sambil memantau penurunan harga lebih lanjut.

Siklus "wait and see" ini justru memberi tekanan tambahan yang membuat harga tiket semakin merosot.

Dengan waktu tersisa sekitar satu bulan sebelum kick-off, FIFA menghadapi tantangan besar untuk memastikan stadion terisi penuh.

>>> James Milner Resmi Pensiun di Usia 40 Tahun, Akhiri Karier 24 Musim

Federasi harus mencari cara agar daya beli penggemar yang terkoreksi tetap selaras dengan target komersial.