ChatGPT dan Gemini Bantu Peretas Iran Tingkatkan Serangan Siber
Kemampuan operasi siber Iran meningkat berkat bantuan model kecerdasan buatan buatan Barat seperti ChatGPT dan Gemini. Hal ini diungkap oleh sejumlah pakar keamanan siber dan perusahaan teknologi.
Chatbot AI generatif memungkinkan kelompok peretas Iran mengembangkan malware, menyusun pesan phishing yang lebih meyakinkan, hingga melancarkan serangan dalam skala lebih besar dan cepat.
>>> Ilmuwan Temukan Kompas Internal pada Hati Burung Merpati
"AI benar-benar membantu mereka meningkatkan kemampuan," kata seorang analis keamanan siber yang identitasnya dirahasiakan.
Pemanfaatan AI di Berbagai Tahap Operasi
Para peneliti mengungkapkan bahwa peretas Iran kini memanfaatkan AI di hampir seluruh tahapan operasi siber.
Mulai dari mencari celah keamanan, membuat identitas palsu, menerjemahkan percakapan, hingga menyusun kampanye phishing yang ditargetkan ke Israel, AS, dan negara lain.
Kemampuan AI menghasilkan teks natural dalam berbagai bahasa menjadi keunggulan yang dieksploitasi. Peretas Iran dapat membuat email phishing dalam bahasa Ibrani dan Arab yang lebih rapi dan meyakinkan.
Sebuah pesan di papan informasi stasiun kereta Israel diyakini dibuat oleh AI untuk memicu kepanikan. "Halo warga, peringatan rudal Iran telah diaktifkan untuk metro.
Anda harus mengikuti instruksi komandan internal dan segera pergi," bunyi pesan dalam bahasa Ibrani tersebut.
AI juga membantu peretas mempertahankan percakapan selama berminggu-minggu menggunakan identitas palsu untuk membangun kepercayaan korban.
"Jika Anda di Teheran dan berpura-pura menjadi staf HR perusahaan pertahanan di California, mempertahankan percakapan selama sebulan bukan pekerjaan mudah.
AI membantu mereka melakukan itu," kata seorang analis.
Google dan OpenAI Ambil Langkah Pencegahan
Google mengungkap bahwa kelompok peretas APT42 yang diduga terkait pemerintah Iran sempat menggunakan chatbot Gemini.
Update Terbaru
Trailer Baru Spider-Man: Brand New Day Hanya Bisa Ditonton di Bioskop
Jumat / 17-07-2026, 17:35 WIB
Thomas Tuchel Soroti DNA Sepak Bola Inggris Usai Gagal di Piala Dunia 2026
Jumat / 17-07-2026, 17:35 WIB
Messi Hanya Lepas Satu Tembakan, Dua Assist Hancurkan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Jumat / 17-07-2026, 17:35 WIB
Pakar UGM Usul Potong Gaji Komisaris BUMN dan Tunjangan Pejabat untuk Bayar PPPK
Jumat / 17-07-2026, 17:35 WIB
Bolehkah Olahraga saat Perut Kosong? Ini Manfaat dan Risikonya
Jumat / 17-07-2026, 17:33 WIB
Polisi Pastikan Uang Miliaran dan Emas 74 Kg Eks Jampidsus Asli
Jumat / 17-07-2026, 17:33 WIB
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Dorong Konsumen Beralih ke Pertalite
Jumat / 17-07-2026, 17:33 WIB
Realme Hentikan Pengembangan Produk Baru di China, Fokus ke Pasar Global
Jumat / 17-07-2026, 17:28 WIB
Samsung Luncurkan SSD 990 dengan Kecepatan 7.250 MB/s, Harga Lebih Terjangkau
Jumat / 17-07-2026, 17:28 WIB
XLSmart Perluas Jaringan 5G Blanket Coverage di 8 Wilayah Jawa Timur
Jumat / 17-07-2026, 17:28 WIB
13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Berkompetisi di Super League Musim Ini
Jumat / 17-07-2026, 17:23 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Rp68,24 Triliun Sepanjang 2025
Jumat / 17-07-2026, 17:23 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,1 Persen ke Level 6.175 pada Akhir Pekan
Jumat / 17-07-2026, 17:22 WIB
Thomas Tuchel Soroti DNA Sepak Bola Inggris Usai Gagal di Piala Dunia 2026
Jumat / 17-07-2026, 17:21 WIB







