Burung merpati memiliki sistem navigasi alami yang canggih, mirip GPS modern. Mereka dapat menentukan arah tanpa satelit berkat organ tubuh sendiri.

Penelitian terbaru mengungkap bahwa sel darah putih di hati merpati mengakumulasi zat besi dan berfungsi sebagai kompas internal.

>>> Perusahaan Penagihan Utang di AS Mulai Gunakan Bot AI untuk Telepon Nasabah

Fitur ini membantu merpati menemukan jalan pulang meski awan menghalangi sinar matahari.

Temuan yang dipublikasikan di jurnal Science ini menjawab perdebatan panjang para ilmuwan. Selama beberapa dekade, peneliti berdiskusi tentang cara hewan merasakan medan magnet Bumi untuk migrasi.

Teori sebelumnya berfokus pada protein khusus di mata burung.

Namun, teori itu belum terbukti karena hewan sensitif magnet lain seperti kelelawar dan hiu tidak memiliki protein tersebut.

Ahli biologi sel Clivia Lisowski dari Universitas Bonn meneliti sifat magnetik pada organ paruh, mata, limpa, dan hati merpati.

Hasilnya menunjukkan hanya makrofag pada hati yang menempel pada kolom magnetik.

Para ilmuwan menemukan jutaan sel darah putih mengandung zat besi di dekat jaringan saraf hati.

Struktur ini mengindikasikan sel tersebut mengirim sinyal arah ke otak berdasarkan medan magnet Bumi.

Makrofag adalah sel darah putih besar dalam sistem kekebalan yang menghancurkan kuman dan zat asing.

Gagasan meneliti makrofag ini diinisiasi oleh ahli ornitologi Martin Wikelski dan ahli imunologi Christian Kurts.

>>> 5 Rekomendasi Drama Korea Baru Tayang Juni 2026

Tim peneliti melakukan pengujian pada hari mendung karena merpati hanya menggunakan medan magnet sebagai pilihan terakhir. Merpati biasanya lebih mengandalkan cahaya matahari untuk mendeteksi jalur terbang.

"Sangat penting agar burung-burung itu tidak tahu di mana posisi matahari," kata Kurts.