PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sebagai kekuatan pemersatu bangsa.

Langkah ini diambil untuk memperkuat fondasi perdamaian dunia melalui operasional perusahaan yang berintegritas.

>>> Bos WO Marwah Penipu Pengantin di Jaktim Ternyata Residivis

Manajemen PTPN I menginstruksikan pelaksanaan upacara bendera di seluruh wilayah kerja pada 1 Juni 2026.

Arahan ini merujuk pada Surat Edaran Kepala BPIP Nomor 2 Tahun 2026 dan instruksi dari Badan Pengaturan BUMN.

Peringatan tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia". Nilai-nilai luhur Pancasila dipandang bukan hanya sebagai sejarah, melainkan prinsip hidup yang harus diterapkan secara aktif.

Pancasila sebagai Bintang Penuntun

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyatakan bahwa momentum ini merupakan pemantik semangat bagi seluruh karyawan.

Ia berharap nilai-nilai ideologi negara tercermin dalam setiap tindakan nyata serta etos kerja sehari-hari.

Pancasila berfungsi sebagai bintang penuntun sekaligus jangkar moral dalam menghadapi berbagai krisis global. Nilai ideologi memberikan arah yang jelas di tengah disrupsi teknologi dan turbulensi ekonomi dunia.

Pentingnya menjaga eksistensi perusahaan di tengah pergeseran geopolitik yang dinamis. Manajemen percaya bahwa penguatan moral adalah kunci keberlanjutan bisnis di sektor perkebunan.

Implementasi Keadilan dalam Operasional Bisnis

Teddy menekankan bahwa sebagai bagian dari BUMN, PTPN I harus mewujudkan Pancasila melalui penguatan soliditas internal dan integritas tinggi.

Fokus utama perusahaan tidak hanya terbatas pada pencapaian profit semata.

>>> BGN Tutup Sementara 372 SPPG di Jatim karena Belum Penuhi Standar

Operasional bisnis wajib memberikan dampak kesejahteraan yang adil bagi masyarakat luas sesuai mandat sila kelima. Setiap kebijakan yang diambil harus selalu mempertimbangkan kemaslahatan publik dan rasa keadilan.