Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis terhadap masa depan sektor keuangan Indonesia. Lembaga regulator itu memproyeksikan industri perbankan nasional akan terus menunjukkan performa solid hingga 2026.

Meskipun kondisi ekonomi global dan domestik masih diliputi ketidakpastian, OJK yakin profil risiko bank tetap terjaga. Fungsi intermediasi perbankan diharapkan berjalan optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

>>> 10 Unitlink Saham Dolar AS dengan Return Tertinggi per April 2026

Struktur Modal yang Tangguh

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa kekuatan utama perbankan saat ini terletak pada permodalannya.

Struktur modal yang kokoh dinilai mampu menjadi pelindung yang efektif dalam menghadapi tekanan ekonomi.

Ketahanan ini sangat krusial untuk memitigasi berbagai risiko dari dinamika pasar internasional maupun dalam negeri.

Dian menegaskan bahwa kinerja perbankan secara umum akan tetap stabil meski tantangan global terus membayangi.

“Kami memandang bahwa kinerja perbankan secara umum akan tetap solid dengan profil risiko terjaga serta fungsi intermediasi yang berjalan baik,” ujar Dian Ediana Rae.

Ia menambahkan bahwa struktur permodalan saat ini cukup kuat untuk menjadi bantalan mitigasi risiko.

Dampak Situasi Global dan Sinergi Kebijakan

Walaupun diprediksi tetap tangguh, OJK mencatat faktor eksternal yang bisa memengaruhi laju pertumbuhan kredit. Perkembangan ekonomi global menjadi variabel penting yang dipantau secara ketat.

Dian menyebutkan bahwa permintaan kredit sangat bergantung pada kondisi ekonomi nasional dan iklim investasi. Jika iklim investasi kondusif, penyaluran kredit perbankan akan ikut terdorong naik.

>>> Kurs Pajak Terbaru: Rupiah Melemah Lawan Mayoritas Mata Wang Dunia

OJK berupaya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional dengan memperkuat sinergi berkelanjutan antara otoritas keuangan, pemerintah, dan pemangku kepentingan.