Di era digital yang serba terbuka saat ini, fenomena "berbagi" segala aspek kehidupan hingga ke ranah pribadi tak lagi bisa dibendung. Namun, di tengah budaya oversharing tersebut, ada satu batas sakral yang semestinya tidak dilanggar oleh seorang Muslim: membicarakan atau bahkan berbangga diri atas dosa yang telah diperbuat.
 
Melansir dari laman resmi Muhammadiyah, berikut adalah teks lengkap dan ulasan mendalam Khutbah Jumat 24 Juli 2026 yang mengangkat tema krusial: "Jangan Berbangga Diri saat Melakukan Dosa dan Pentingnya Menjaga Aib". Khutbah ini menjadi pengingat keras sekaligus menyejukkan bagi umat Islam untuk kembali pada fitrah, yakni merasa malu saat terjerumus dalam kemaksiatan dan segera bertaubat.
 
(Baca juga: Khutbah Jumat 17 Juli 2026: 6 Sifat yang Dibenci Allah SWT, Salah Satunya Menjadi Bangkai di Malam Hari)
 

 

Khutbah I: Fondasi Takwa sebagai Perisai Diri

Setiap khutbah Jumat yang mulia senantiasa dibuka dengan pujian kepada Allah SWT, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta seruan untuk meningkatkan ketakwaan. Takwa bukan sekadar kata, melainkan benteng pertahanan utama seorang hamba di dunia yang fana ini.
 
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
 
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نبينا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ
 
عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَتَقْوَى اللَّهِ فَوْزٌ لَنَا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
 
Artinya: "Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, tunggal dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan seluruh sahabatnya. Wahai hamba-hamba Allah, aku wasiatkan kepada kalian dan diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah, karena takwa kepada Allah adalah kemenangan bagi kita di dunia dan akhirat."
 
Allah SWT kemudian mempertegas seruan ini dalam Al-Qur'an, mengingatkan agar kita tidak mati kecuali dalam keadaan Islam, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia dan Allah SWT.