Industri pertambangan Indonesia mulai beralih ke kendaraan berat listrik. Langkah ini didorong oleh ekspansi produsen asal China, Sany Group.

Direktur Urusan Pemerintahan sekaligus Wakil Manajer Umum Sany Group, Saanjay Shamdasani, optimistis terhadap perkembangan kendaraan listrik di sektor tambang.

>>> 5 Perbedaan Merek Dagang dan Hak Cipta Terbaru 2026 yang Banyak Dicari Pebisnis

Inovasi ini sejalan dengan visi pemerintah menekan emisi karbon.

Ekspansi Sany Group di Tambang Indonesia

Sany Group mempercepat penetrasi pasar dengan menyediakan kendaraan tambang bertenaga baterai. Mereka meluncurkan dua model terbaru untuk operasional berat.

  • Sany SE588: kendaraan berat dengan efisiensi energi tinggi untuk tambang berkelanjutan.
  • Sany SYZ445C: kendaraan baterai tangguh di medan ekstrem tanpa emisi gas buang.

Model-model ini bagian dari strategi Sany Group membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Inovasi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomi.

>>> Banyak Emiten Bank Masih Bergulat Kejar Aturan Free Float 15% Terbaru 2026

Potensi Keuntungan dan Efisiensi Energi

Truk listrik diprediksi menghemat biaya operasional tambang. Biaya energi lebih murah dibanding solar, dan perawatan mesin listrik lebih sederhana.

Saanjay Shamdasani dalam program AutoBizz menyebut adaptasi teknologi EV di sektor ini akan tumbuh pesat. Dukungan infrastruktur dan regulasi pemerintah menjadi kunci percepatan peralihan dari solar ke listrik.

>>> Harga Minyak Dunia Melonjak ke US$94,55 Akibat Ketegangan Israel-Iran

Dengan masuknya Sany Group, kompetisi alat berat listrik semakin ketat. Ini sinyal positif bagi target net zero emission di industri berat Indonesia.