Pompa air merupakan salah satu perangkat elektronik yang paling sering menyala di rumah. Tanpa disadari, pemilihan pompa yang tidak tepat bisa menjadi penyebab utama tagihan listrik membengkak.

Memilih pompa air hemat listrik bukan sekadar mencari daya watt kecil. Yang terpenting adalah efisiensi antara daya yang dikeluarkan dengan volume air yang dihasilkan.

>>> Banjir Rezeki, 3 Shio yang Diprediksi Mendapat Keberuntungan di Minggu Ketiga Juli 2026

1. Kenali Kedalaman Permukaan Air

Langkah pertama adalah mengetahui kedalaman permukaan air sumur, bukan kedalaman total sumur. Untuk sumur dangkal (15 meter), gunakan jet pump atau pompa celup (submersible).

2. Pertimbangkan Pompa Celup untuk Sumur Dalam

Pompa submersible sangat disarankan untuk sumur dalam. Pompa ini berada di dalam air dan bekerja mendorong air ke atas, sehingga secara mekanis lebih ringan.

Karena kerjanya lebih ringan, energi listrik yang dibutuhkan lebih kecil dibandingkan jet pump konvensional. Selain itu, pompa ini tidak menimbulkan suara bising.

3. Perhatikan Total Head dan Debit Air

Jangan hanya melihat watt, perhatikan spesifikasi total head (ketinggian total) dan debit air. Pastikan daya pancar pompa mampu menjangkau ketinggian bak penampungan (toren).

Pilihlah pompa dengan debit air besar dan daya watt yang rasional. Semakin cepat toren penuh, semakin cepat pompa mati, dan semakin banyak listrik yang dihemat.

>>> PKH Tahap 3 Tahun 2026 Cair Juli-September, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima

4. Gunakan Toren Air

Menyalakan pompa setiap kali membuka keran adalah musuh utama penghematan listrik. Pompa membutuhkan daya start yang besar, bisa 2-3 kali lipat dari daya normal.

Dengan toren, pompa tidak perlu menyala setiap saat. Frekuensi starter berkurang, sehingga konsumsi listrik lebih hemat.