Pasar energi global kembali bergejolak setelah harga minyak mentah melonjak signifikan pada awal Juni 2026.

Minyak Brent tercatat naik 3,8 persen ke level US$94,55 per barel.

>>> DJBC Beberkan Kerugian Negara Akibat Rokok Ilegal yang Masih Marak

Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama menyusul keputusan Iran menghentikan pembicaraan diplomatik dengan Amerika Serikat.

Pemicu Kenaikan Harga Minyak

Iran menghentikan negosiasi dengan AS sebagai protes atas operasi militer Israel di Lebanon. Pemerintah Iran menegaskan bahwa perdamaian di Lebanon adalah syarat mutlak untuk mencapai gencatan senjata.

Selain itu, aksi saling serang antara militer AS dan Iran semakin memanaskan situasi di lapangan.

Investor khawatir terhadap keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia.

Rincian Harga Minyak Terkini

Minyak mentah Brent naik US$3,43 atau 3,8 persen menjadi US$94,55 per barel.

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) melesat US$3,87 atau 4,4 persen ke US$91,23 per barel.

Tony Sycamore, analis dari IG, menyatakan bahwa pelaku pasar khawatir terhadap gangguan pasokan akibat ranjau atau aksi militer di Selat Hormuz.

Ia menambahkan bahwa meskipun kesepakatan damai tercapai, pasokan minyak tidak akan pulih dalam waktu singkat.

>>> Rayakan Hari Kartini, KARIS Rilis Game Survival Story Resmi di Roblox 2026

Kenaikan ini kontras dengan kinerja pasar pada Mei lalu, di mana Brent dan WTI masing-masing turun 19 persen dan 17 persen karena lemahnya permintaan.

Penurunan tersebut merupakan yang terdalam sejak awal pandemi Covid-19 pada Maret 2020.

Prospek Diplomasi dan Dampak Ekonomi

Harapan meredakan ketegangan AS-Iran semakin menipis seiring meningkatnya konflik di Lebanon.