Presiden AS Donald Trump sebelumnya berencana memutuskan proposal perpanjangan gencatan senjata, namun Iran bersikeras setiap perundingan harus melibatkan Hizbullah dan kedaulatan Lebanon.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut macetnya diplomasi disebabkan krisis kepercayaan terhadap Washington. Ia menilai sikap AS kontradiktif karena membiarkan invasi militer di Lebanon.

Goldman Sachs memproyeksikan harga Brent di US$90 dan WTI di US$83 untuk kuartal IV mendatang.

Sementara itu, Arab Saudi kemungkinan memangkas harga jual resmi ke Asia, dan permintaan dari China serta Eropa yang melemah menjadi risiko utama.

Meski permintaan global lesu, faktor keamanan di Timur Tengah tetap menjadi penentu utama arah pasar energi.

>>> Daftar Resmi Atlet Indonesia Open 2026: Skuad Terbaru yang Paling Dinanti

Gangguan pasokan akibat perang masih menjadi ancaman yang bisa melambungkan harga kapan saja.