Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah akan segera berkurang.

Ia memprediksi stabilitas mata uang Garuda akan membaik dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

>>> Pasar Minyak Dunia Terancam Sulit Pulih di 2026, Damai AS-Iran Tak Lagi Efektif?

Purbaya menjelaskan bahwa meredanya tensi geopolitik dunia menjadi faktor kunci dalam penguatan rupiah. Situasi keamanan global yang lebih kondusif diperkirakan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Stabilitas Global dan Dampaknya pada Rupiah

Kondisi hubungan diplomatik antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel saat ini mulai menunjukkan arah yang lebih positif.

Perkembangan tersebut membawa harapan besar bagi stabilitas keamanan serta pertumbuhan ekonomi global.

Menurut Purbaya, perbaikan situasi internasional akan menjadi sentimen pendorong bagi pasar keuangan. Indonesia diharapkan dapat memetik manfaat dari pulihnya fundamental ekonomi dunia.

Stabilitas global juga berperan penting dalam memulihkan kepercayaan investor. Jika kondisi dunia tenang, minat investor terhadap aset domestik, termasuk rupiah, diyakini akan kembali meningkat.

Pernyataan resmi Menkeu Purbaya terkait kondisi keamanan global:

  • Indikasi adanya kesepakatan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel mulai terlihat dari berbagai pemberitaan internasional terkini.
  • Situasi keamanan global yang membaik dalam dua hingga tiga bulan ke depan diprediksi akan mengakhiri tren pelemahan rupiah secara bertahap.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada Minggu, 31 Mei 2026. Ia menekankan bahwa faktor eksternal sangat memengaruhi fluktuasi nilai tukar saat ini.

Sinergi Pemerintah dan Bank Indonesia

Pemerintah terus menjalin koordinasi erat dengan Bank Indonesia (BI). Kerja sama ini difokuskan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan agar tetap tangguh menghadapi gejolak pasar.