Salah satu fokus utama koordinasi adalah menjaga kondisi pasar obligasi dalam negeri. Pemerintah ingin memastikan iklim investasi tetap kondusif bagi para pemegang surat utang negara.

Langkah ini diambil demi melindungi investor, terutama pihak asing, dari potensi kerugian modal atau capital loss yang besar.

Fluktuasi pasar yang ekstrem diupayakan dapat diredam seminimal mungkin.

Fokus koordinasi antara Pemerintah dan Bank Sentral:

  • Menjaga kekuatan dan stabilitas sektor keuangan nasional melalui pemantauan intensif secara berkala.
  • Memastikan investor asing yang memegang obligasi domestik tidak mengalami kerugian mendalam akibat ketidakpastian pasar global.
  • Membangun kembali kepercayaan pasar terhadap rupiah melalui penguatan sistem keuangan nasional.

Purbaya menyatakan keyakinannya bahwa prospek ekonomi global yang membaik akan mendukung penguatan rupiah.

Ia optimis nilai tukar mata uang Indonesia dapat bergerak ke level yang lebih stabil di masa mendatang.

Kondisi Terkini Nilai Tukar Rupiah

Meskipun ada optimisme untuk masa depan, nilai tukar rupiah terpantau masih mengalami tekanan pada penutupan perdagangan pekan lalu.

Mata uang Garuda harus mengakui keunggulan dolar Amerika Serikat (AS).

Pada hari Jumat, rupiah ditutup merosot sebesar 35 poin atau sekitar 0,20 persen.

>>> Produksi Gas Iran di South Pulih Normal Usai Serangan, Simak Kabar Terbaru

Posisi nilai tukar berada di level Rp 17.881 per dolar AS, melemah dari posisi sebelumnya di angka Rp 17.846.

Berikut ringkasan data nilai tukar rupiah berdasarkan data penutupan pasar dan kurs referensi Bank Indonesia:

  • Penutupan Pasar Spot: sebelumnya Rp 17.846 per dolar AS, terbaru Rp 17.881 per dolar AS.
  • Kurs JISDOR (BI): sebelumnya Rp 17.789 per dolar AS, terbaru Rp 17.883 per dolar AS.
  • Persentase perubahan: melemah 0,20%.