Purbaya Optimistis Tekanan Rupiah terhadap Dolar AS Mereda di Tahun 2026
Data di atas menunjukkan tekanan yang cukup signifikan terhadap mata uang domestik dalam kurun waktu singkat.
Fluktuasi ini dipicu oleh berbagai dinamika di pasar energi dan kebijakan moneter internasional.
Pemicu Pelemahan Mata Uang Domestik
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyoroti bahwa harga minyak dunia yang fluktuatif menjadi salah satu penyebab pelemahan rupiah.
Pasar energi global masih penuh ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah.
Ibrahim menjelaskan bahwa pelaku pasar terus bereaksi terhadap berita mengenai negosiasi gencatan senjata. Berita yang saling bertentangan membuat premi risiko geopolitik tetap membayangi pergerakan harga minyak.
Sempat muncul harapan saat laporan mengenai draf kesepakatan antara Washington dan Teheran beredar. Kesepakatan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari tersebut awalnya dinilai dapat meredakan kekhawatiran pasar.
Namun, aktivitas pengiriman di Selat Hormuz yang belum sepenuhnya normal kembali menahan optimisme tersebut.
Jalur strategis ini masih memiliki volume lalu lintas kapal yang lebih rendah dibandingkan sebelum konflik pecah.
Pengaruh Kebijakan The Fed di Amerika Serikat
Selain masalah minyak, kondisi ekonomi di Amerika Serikat juga memegang peranan krusial terhadap nilai rupiah. Data inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi pasar.
Hal ini memicu spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama.
Suku bunga yang tinggi membuat aset keuangan di AS menjadi jauh lebih menarik bagi investor.
Ibrahim menilai bahwa kebijakan suku bunga The Fed telah memicu terjadinya aliran modal keluar atau capital outflow.
Para investor global cenderung memindahkan aset mereka dari negara berkembang ke instrumen berisiko rendah di AS.
Obligasi Amerika Serikat yang menawarkan imbal hasil menarik menjadi tujuan utama para pemilik modal saat ini.
>>> Bocoran Terbaru iPhone Fold: Desain HP Lipat Apple 2026 Makin Nyata
Fenomena inilah yang pada akhirnya memberikan tekanan berat pada nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Update Terbaru
Hilary Duff Bongkar Treatment Ekstrem: Botox hingga Facial Sperma Salmon
Jumat / 17-07-2026, 09:13 WIB
Gaya Amora Lemos Anak KD Kembali Masuk Sekolah, Pakai Tas Rp 7 Jutaan
Jumat / 17-07-2026, 09:12 WIB
Mitsubishi Resmi Luncurkan Xforce Hybrid, Harga Mulai Rp445 Juta
Jumat / 17-07-2026, 09:12 WIB
Jim Parsons Ungkap Tekanan Berat di Balik Kesuksesan The Big Bang Theory
Jumat / 17-07-2026, 09:08 WIB
Apple TV+ Tambah Michelle Buteau dan Simu Liu ke Komedi Elizabeth Banks
Jumat / 17-07-2026, 09:07 WIB
Christopher Nolan Bawa Konsep Troy 20 Tahun Lalu ke Film The Odyssey
Jumat / 17-07-2026, 09:07 WIB
Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Anak Maluku Jadi Prioritas
Jumat / 17-07-2026, 09:07 WIB
Blak-blakan Ahmad Luthfi soal Tugas Berat Bangun Jawa Tengah
Jumat / 17-07-2026, 09:07 WIB
Lamine Yamal dan Porro Berlatih Terpisah Jelang Final Lawan Argentina
Jumat / 17-07-2026, 09:07 WIB
Kemnaker Bocorkan Tips Agar Perusahaan Dilirik Jadi Mitra Magang 2026
Jumat / 17-07-2026, 09:07 WIB
Andrew Gillum Negatif Narkoba Usai Ditangkap dengan Metamfetamin
Jumat / 17-07-2026, 09:02 WIB
7 Cara Mengenali Orang Manipulatif agar Tidak Terkecoh
Jumat / 17-07-2026, 09:02 WIB
5.800 PNS Thailand Terancam Diskors Gegara Suap Rp400 Juta saat Ujian
Jumat / 17-07-2026, 09:02 WIB
Martha Stewart Bicara soal Makeup Artist yang Masuk 'RHONY'
Jumat / 17-07-2026, 09:00 WIB







