Pasar Minyak Dunia Terancam Sulit Pulih di 2026, Damai AS-Iran Tak Lagi Efektif?
Kini, pelaku industri pelayaran harus menentukan sikap mereka sendiri terkait kesepakatan antara AS dan Iran.
Gencatan senjata yang ada saat ini mungkin hanya bersifat sementara. Kennedy memperingatkan bahwa pembersihan jalur dari ancaman ranjau laut akan memakan waktu yang sangat lama.
Ancaman kembalinya peperangan dalam satu tahun ke depan tetap menghantui jika masalah nuklir Iran tidak segera tuntas.
Operator kapal saat ini dihadapkan pada pilihan sulit antara melanjutkan operasional atau menghentikannya.
Keterbatasan Alternatif Selain Selat Hormuz
Terdapat perbedaan mendasar antara karakteristik Selat Hormuz dengan jalur laut lainnya.
Kapal di Laut Merah masih memiliki opsi untuk memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan, meskipun lebih jauh.
Selat Hormuz adalah jalur buntu yang tidak memiliki rute alternatif laut yang setara bagi pengiriman minyak.
Sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia bergantung sepenuhnya pada jalur sempit ini.
Beberapa langkah mitigasi yang diambil negara-negara Teluk untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz antara lain optimalisasi jaringan pipa darat oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) menuju terminal di Laut Merah.
UEA juga membangun jalur pipa kedua yang direncanakan selesai pada tahun 2027.
Pengalihan sebagian ekspor minyak mentah melalui jalur darat dan peningkatan kapasitas terminal ekspor di luar Teluk Persia juga dilakukan.
Namun, infrastruktur tersebut tidak mampu menggantikan volume penuh Selat Hormuz.
Tomer Raanan menekankan bahwa banyak komoditas lain yang tidak bisa dialirkan melalui pipa, seperti LNG. LNG memerlukan kapal tanker khusus untuk distribusi ke pasar internasional.
Menteri Energi AS, Chris Wright, tetap optimis bahwa kepentingan strategis Selat Hormuz akan berkurang seiring waktu.
Ia melihat langkah negara-negara Teluk dalam membangun infrastruktur alternatif sebagai kartu mati bagi upaya blokade di masa depan.
Wright menyatakan bahwa meskipun signifikansi jalurnya menurun, peran negara-negara Teluk sebagai produsen energi utama dunia tidak akan pernah pudar.
>>> Nvidia Siap Ekspansi ke Pasar CPU 2026, Strategi Baru yang Mengejutkan Dunia Tech
Dunia akan melihat pergeseran rute energi yang lebih beragam dan lebih aman dari gangguan geopolitik satu pihak.
Update Terbaru
Trump Buka Dokumen Intelijen soal Kerentanan Pemilu AS
Jumat / 17-07-2026, 09:17 WIB
Napalm Death Guncang NPR Tiny Desk dengan Set Paling Brutal
Jumat / 17-07-2026, 09:15 WIB
Fosil T-Rex 'Gus' Terjual Rekor Rp900 M di Lelang
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
KKP Rilis Skema BBM Khusus Rp15.000 per Liter untuk Kapal Perikanan 30-200 GT
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Sidang Dokter Tifa Memanas, JPU Dituding Sembunyikan 26 BAP Krusial
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Basuki Minta Tambahan Rp2,7 Triliun untuk IKN, Menkeu Tunggu Arahan Prabowo
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Dokter Tifa: Ada Pihak yang Ketakutan di Kasus Ijazah Jokowi
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Alasan Stephen Chow Pilih Dilraba Dilmurat di Kung Fu Soccer Terungkap
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Hilary Duff Bongkar Treatment Ekstrem: Botox hingga Facial Sperma Salmon
Jumat / 17-07-2026, 09:13 WIB
Gaya Amora Lemos Anak KD Kembali Masuk Sekolah, Pakai Tas Rp 7 Jutaan
Jumat / 17-07-2026, 09:12 WIB
Mitsubishi Resmi Luncurkan Xforce Hybrid, Harga Mulai Rp445 Juta
Jumat / 17-07-2026, 09:12 WIB
Jim Parsons Ungkap Tekanan Berat di Balik Kesuksesan The Big Bang Theory
Jumat / 17-07-2026, 09:08 WIB
Apple TV+ Tambah Michelle Buteau dan Simu Liu ke Komedi Elizabeth Banks
Jumat / 17-07-2026, 09:07 WIB
Christopher Nolan Bawa Konsep Troy 20 Tahun Lalu ke Film The Odyssey
Jumat / 17-07-2026, 09:07 WIB







