Pasar Minyak Dunia Terancam Sulit Pulih di 2026, Damai AS-Iran Tak Lagi Efektif?
"Tidak peduli apa pun yang terjadi, Iran akan mengendalikan Selat Hormuz dalam waktu dekat," ujarnya.
Volume pengiriman minyak melalui tanker sebelum perang diperkirakan telah menjadi titik puncak yang sulit dicapai lagi.
Helima Croft, Kepala Strategi Komoditas Global di RBC Capital Markets, menilai bahwa setiap penyelesaian konflik yang masih memberikan peran operasional besar bagi Iran akan menghambat arus perdagangan.
Estimasi menunjukkan bahwa jika Iran memegang kendali penuh, lalu lintas kapal hanya akan pulih sekitar 60% hingga 70% dari level sebelum konflik.
Richard Meade, Pemimpin Redaksi Lloyd's List, menyampaikan proyeksi ini dalam sebuah pengarahan.
Meskipun tidak sampai memicu resesi ekonomi global yang ekstrem, Meade menegaskan bahwa pemulihan total tetap mustahil terjadi.
Ia melihat adanya pergeseran fungsi jalur laut dari akses bebas menjadi alat kepentingan politik.
Belajar dari Krisis di Laut Merah
Pengalaman pahit dari krisis geopolitik di Laut Merah menjadi peringatan nyata bahwa stabilitas jalur perdagangan bisa terganggu dalam waktu lama.
Serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap kapal komersial telah mengubah peta logistik laut secara permanen.
Data menunjukkan penurunan aktivitas kapal hingga lebih dari 50% hanya dalam hitungan bulan sejak konflik dimulai. Hingga dua tahun berselang, arus kapal masih jauh di bawah kapasitas normal.
>>> Bocoran Terbaru iPhone Fold: Desain HP Lipat Apple 2026 Makin Nyata
Analis risiko maritim dari Lloyd's List, Tomer Raanan, menegaskan bahwa ancaman rudal dan drone sudah cukup untuk melumpuhkan jalur internasional.
Meskipun intensitas serangan mulai mereda, kepercayaan para pemilik kapal tidak bisa kembali dengan instan.
Jack Kennedy dari S&P Global Market Intelligence mencatat bahwa jaminan keamanan saat ini belum cukup kuat untuk memulihkan volume lalu lintas ke level tahun 2023.
Update Terbaru
Trump Buka Dokumen Intelijen soal Kerentanan Pemilu AS
Jumat / 17-07-2026, 09:17 WIB
Napalm Death Guncang NPR Tiny Desk dengan Set Paling Brutal
Jumat / 17-07-2026, 09:15 WIB
Fosil T-Rex 'Gus' Terjual Rekor Rp900 M di Lelang
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
KKP Rilis Skema BBM Khusus Rp15.000 per Liter untuk Kapal Perikanan 30-200 GT
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Sidang Dokter Tifa Memanas, JPU Dituding Sembunyikan 26 BAP Krusial
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Basuki Minta Tambahan Rp2,7 Triliun untuk IKN, Menkeu Tunggu Arahan Prabowo
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Dokter Tifa: Ada Pihak yang Ketakutan di Kasus Ijazah Jokowi
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Alasan Stephen Chow Pilih Dilraba Dilmurat di Kung Fu Soccer Terungkap
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Hilary Duff Bongkar Treatment Ekstrem: Botox hingga Facial Sperma Salmon
Jumat / 17-07-2026, 09:13 WIB
Gaya Amora Lemos Anak KD Kembali Masuk Sekolah, Pakai Tas Rp 7 Jutaan
Jumat / 17-07-2026, 09:12 WIB
Mitsubishi Resmi Luncurkan Xforce Hybrid, Harga Mulai Rp445 Juta
Jumat / 17-07-2026, 09:12 WIB
Jim Parsons Ungkap Tekanan Berat di Balik Kesuksesan The Big Bang Theory
Jumat / 17-07-2026, 09:08 WIB
Apple TV+ Tambah Michelle Buteau dan Simu Liu ke Komedi Elizabeth Banks
Jumat / 17-07-2026, 09:07 WIB
Christopher Nolan Bawa Konsep Troy 20 Tahun Lalu ke Film The Odyssey
Jumat / 17-07-2026, 09:07 WIB







