Mubes NU DIY Dorong Reformasi Menyeluruh PBNU
Musyawarah Besar (Mubes) Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (NU DIY) mendorong reformasi menyeluruh di tubuh Nahdlatul Ulama menjelang berakhirnya masa kepengurusan PBNU periode 2021-2026.
Hasil musyawarah warga NU Yogyakarta ini digelar di Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Yogyakarta, Minggu (31/5/2026).
>>> Xiaomi SU7 Ultra Resmi Meluncur, Varian Terbuas dengan Harga Mengejutkan
Dalam siaran pers yang dirilis di Yogyakarta, Mubes NU DIY menyampaikan sejumlah kritik terhadap arah organisasi sekaligus menawarkan agenda perubahan.
Kritik terhadap Kepemimpinan PBNU
Mubes NU DIY menilai kepemimpinan PBNU periode 2021-2026 belum berhasil mengemban amanat jamaah secara optimal.
Mereka menyebut kepemimpinan saat ini gagal menjaga marwah organisasi serta kemandirian NU dari berbagai kepentingan politik dan ekonomi.
Karena itu, Mubes NU DIY mendorong lahirnya kepemimpinan baru yang lebih amanah, mampu memulihkan keutuhan jam'iyah, serta tidak memiliki konflik kepentingan dengan kekuatan politik, ekonomi, maupun sosial lainnya.
“NU perlu membuka jalan lahirnya kepemimpinan baru yang amanah, mampu memulihkan keutuhan jam’iyyah, mengabdikan keseluruhan waktunya untuk NU, dan tidak memiliki konflik kepentingan dengan kekuatan politik, ekonomi, sosial lain,” tulis rilis tersebut.
Kembalikan NU sebagai Gerakan Nilai dan Khidmah
Selain pergantian kepemimpinan, Mubes NU DIY menekankan pentingnya mengembalikan NU sebagai gerakan nilai yang berpijak pada ajaran Islam, tradisi pesantren, dan kerja sosial di tengah masyarakat.
Menurut mereka, organisasi tidak boleh menjadi tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan nilai-nilai Islam, keadilan sosial, kebangsaan, serta kemaslahatan umat dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai Islam, iman, ihsan, tasawuf, syariat, makrifat, keadilan, dan kebangsaan harus diterjemahkan menjadi kerja sosial yang nyata.
NU perlu meneguhkan kembali perannya sebagai penjaga tradisi Islam yang utuh di tengah dunia yang semakin fragmentatif, dengan menghadirkan kembali kesatuan antara spiritualitas, ilmu pengetahuan, akhlak, keadilan sosial, dan kehidupan sehari-hari sebagaimana diwariskan dalam tradisi pesantren,” dikutip dari rilis tersebut.
Update Terbaru
Aurelien Tchouameni Bantah Pukul Federico Valverde di Ruang Ganti Real Madrid
Senin / 01-06-2026, 23:45 WIB
7 Manfaat Belajar Bahasa Asing 2026, Skill Paling Dicari di Era AI
Senin / 01-06-2026, 23:45 WIB
Indonesia dan Airbus Perkuat Kerja Sama, Ini Dampak Strategis 2026
Senin / 01-06-2026, 23:45 WIB
Real Madrid Incar Declan Rice untuk Perkuat Lini Tengah
Senin / 01-06-2026, 23:40 WIB
Dua Lipa dan Callum Turner Resmi Menikah, Intip Potretnya yang Mengejutkan di 2026
Senin / 01-06-2026, 23:40 WIB
Sinopsis Menjelang Magrib 2: Horor Medis dan Ritual Keji di ANTV Malam Ini
Senin / 01-06-2026, 23:40 WIB
The Virgin Rilis Lagu Baru Gila Dangdut, Padukan Distorsi Rock dan Koplo
Senin / 01-06-2026, 23:37 WIB
Enrique Riquelme Incar Mikel Arteta Jadi Pelatih Real Madrid
Senin / 01-06-2026, 23:35 WIB
Prabowo ke Prancis, RI Incar Transfer Teknologi Alutsista Terbaru 2026
Senin / 01-06-2026, 23:35 WIB
Bos BP Mengundurkan Diri secara Mengejutkan, Ini Sosok Penggantinya di 2026
Senin / 01-06-2026, 23:35 WIB
RSUD Sosodoro Bojonegoro Buka 66 Formasi Pegawai BLUD 2026
Senin / 01-06-2026, 23:30 WIB
4 Cara Ampuh Terlepas dari Jeratan Utang Rentenir, Legal dan Aman Terbaru 2026
Senin / 01-06-2026, 23:30 WIB
Indomaret Tutup 2 Hari? Ini Klarifikasi Resmi SPN
Senin / 01-06-2026, 23:30 WIB
Timnas Indonesia U-19 Ungguli Myanmar Jelang Piala AFF U-19 2026
Senin / 01-06-2026, 23:25 WIB






