Karena itu, mereka mendorong peningkatan partisipasi generasi muda secara lebih setara dan bermakna, baik dalam proses kaderisasi maupun pengambilan kebijakan.

Agenda yang diusulkan meliputi pengembangan kurikulum kaderisasi yang relevan dengan tantangan zaman, transformasi digital organisasi, penguatan konten edukatif, pengembangan kewirausahaan, hingga sistem manajemen talenta berbasis keahlian dan dampak sosial.

Tata Kelola Organisasi dan Ekonomi yang Transparan

Dalam bidang kelembagaan, Mubes NU DIY meminta penataan hubungan antara NU, badan otonom (banom), dan jamaah agar lebih efektif, akuntabel, serta berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Mereka juga mendorong penguatan tata kelola aset dan keuangan organisasi secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi NU melalui pengelolaan badan usaha milik NU (BUMNU) dan penguatan sistem pendayagunaan dana umat.

Dukungan terhadap Palestina

Di tingkat global, Mubes NU DIY menilai NU perlu memperjelas posisi ideologisnya terkait perjuangan rakyat Palestina.

Menurut mereka, isu Palestina merupakan bagian dari amanat anti-penjajahan, maqashid syariah, dan nilai kemanusiaan universal yang selama ini menjadi bagian dari perjuangan NU.

Karena itu, setiap hubungan atau keterlibatan dengan pihak yang memiliki afiliasi terhadap agenda pro-Israel harus diarahkan untuk mendukung kepentingan dan perjuangan rakyat Palestina.

Seruan Perubahan untuk Masa Depan NU

Melalui 12 poin rekomendasi yang disampaikan, Mubes NU DIY menegaskan bahwa reformasi organisasi diperlukan agar NU tetap menjadi kekuatan moral, sosial, dan keagamaan yang dekat dengan jamaah.

>>> Lonjakan Penumpang KAI Daop 6 Yogyakarta Capai 100 Persen

Mereka berharap perubahan tersebut dapat memperkuat kemandirian organisasi, memperluas partisipasi warga, serta memastikan NU tetap berorientasi pada kemaslahatan umat dan kepentingan publik di tengah berbagai tantangan zaman.