Mantan pemain India Sanjay Manjrekar membela pelatih Gautam Gambhir dan kapten Shreyas Iyer setelah tim nasional mengalami kekalahan beruntun di seri T20I melawan Irlandia dan Inggris.

Manjrekar mendesak BCCI pada 13 Juli 2026 untuk mengatasi kelemahan struktural dalam Indian Premier League (IPL) alih-alih memecat manajemen tim.

>>> Blaze Alami Patah Tulang Tangan Kiri, Orioles Kehilangan Pemain Serbaguna

India baru saja menelan kekalahan 0-2 dari Irlandia dan 0-4 dari Inggris, yang merupakan kekalahan pertama dalam tiga tahun di ajang T20I.

Mantan selektor Salil Ankola dan Surendra Bhave mencatat bahwa lapangan IPL yang datar dan batas pendek telah menciptakan kepercayaan diri palsu pada pemukul India.

Para pemukul kesulitan beradaptasi dengan bola bergerak di kondisi luar negeri.

Kritik terhadap IPL dan Dampaknya

"Hal yang mudah adalah menyalahkan pemain atas kemunduran T20 di luar negeri.

Hal yang benar adalah menyalahkan mereka yang membuat IPL begitu, sehingga memberikan riasan tebal pada pemukul India," ujar Manjrekar di X.

Pakar kriket itu menekankan bahwa kriteria seleksi harus berkembang melampaui kesuksesan di liga waralaba untuk memastikan pemain mampu menghadapi lapangan asing yang menantang.

"Tantangan bagi para selektor adalah membayangkan pemukul India tanpa riasan IPL yang tebal dan hanya memilih mereka untuk India.

Banyak kriket T20 akan dimainkan di luar negeri sekarang. Keseruan di kandang sudah berakhir," tambah Manjrekar.

Dalam analisis video di Instagram, Manjrekar menolak kritik publik yang menargetkan kepemimpinan baru.

"Hal termudah bagi India adalah memecat Gautam Gambhir, memecat kapten, memecat beberapa pemain yang tidak tampil baik di Irlandia dan Inggris.

Itu akan menjadi hal yang mudah," kata Manjrekar.