Yuan Makin Laris, BI Permudah Transaksi di Bank Agar Lebih Cepat dan Aman 2026
Bank Indonesia (BI) memberikan kemudahan lebih bagi pelaku ekonomi yang menggunakan mata uang Yuan dalam transaksi perbankan di tanah air.
Kebijakan ini diambil menyusul tren penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT) yang kian populer dan menunjukkan pertumbuhan signifikan.
>>> Mengapa Dolar AS Jadi Mata Uang Dunia? Intip Sejarah dan Fakta yang Jarang Diketahui
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa volume transaksi menggunakan mata uang lokal antara Indonesia dan Tiongkok saat ini merupakan yang terbesar dibandingkan mitra dagang lainnya.
Data terbaru menunjukkan rata-rata nilai transaksi bulanan menggunakan skema ini sudah menyentuh angka US$ 3,7 miliar atau sekitar Rp 66,11 triliun.
Secara akumulatif, total nilai transaksi sepanjang tahun lalu bahkan telah menembus angka US$ 25 miliar yang setara dengan Rp 446,69 triliun.
Perry menegaskan bahwa ketersediaan Yuan di pasar domestik kini sangat mencukupi untuk mendukung berbagai keperluan bisnis maupun operasional.
Variasi Instrumen Transaksi Yuan di Perbankan Domestik
Guna mendukung kelancaran ekosistem tersebut, BI memastikan perbankan dalam negeri kini dibekali dengan instrumen transaksi yang jauh lebih lengkap.
Masyarakat maupun pelaku usaha tidak perlu lagi merasa kesulitan saat harus bertransaksi menggunakan mata uang Tiongkok ini.
Beberapa jenis layanan transaksi Yuan yang kini tersedia di perbankan lokal antara lain:
- Transaksi Tunai (Spot): Layanan penukaran atau transaksi mata uang yang dilakukan secara langsung pada saat itu juga.
- Currency Swap: Pertukaran valuta asing melalui pembelian tunai dengan penjualan kembali secara berjangka, atau sebaliknya.
- Transaksi Forward: Kesepakatan transaksi mata uang yang nilainya ditetapkan saat ini, namun penyelesaiannya dilakukan di masa mendatang.
Menurut Perry, kelengkapan instrumen ini memberikan fleksibilitas penuh bagi pemilik aset Yuan di Indonesia.
Update Terbaru
Cara Menjaga Massa Otot untuk Cegah Diabetes Tipe 2 di 2026
Jumat / 17-07-2026, 09:28 WIB
Trump Buka Dokumen Intelijen soal Kerentanan Pemilu AS
Jumat / 17-07-2026, 09:17 WIB
Napalm Death Guncang NPR Tiny Desk dengan Set Paling Brutal
Jumat / 17-07-2026, 09:15 WIB
Fosil T-Rex 'Gus' Terjual Rekor Rp900 M di Lelang
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
KKP Rilis Skema BBM Khusus Rp15.000 per Liter untuk Kapal Perikanan 30-200 GT
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Sidang Dokter Tifa Memanas, JPU Dituding Sembunyikan 26 BAP Krusial
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Basuki Minta Tambahan Rp2,7 Triliun untuk IKN, Menkeu Tunggu Arahan Prabowo
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Dokter Tifa: Ada Pihak yang Ketakutan di Kasus Ijazah Jokowi
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Alasan Stephen Chow Pilih Dilraba Dilmurat di Kung Fu Soccer Terungkap
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Hilary Duff Bongkar Treatment Ekstrem: Botox hingga Facial Sperma Salmon
Jumat / 17-07-2026, 09:13 WIB
Gaya Amora Lemos Anak KD Kembali Masuk Sekolah, Pakai Tas Rp 7 Jutaan
Jumat / 17-07-2026, 09:12 WIB
Mitsubishi Resmi Luncurkan Xforce Hybrid, Harga Mulai Rp445 Juta
Jumat / 17-07-2026, 09:12 WIB
Jim Parsons Ungkap Tekanan Berat di Balik Kesuksesan The Big Bang Theory
Jumat / 17-07-2026, 09:08 WIB
Apple TV+ Tambah Michelle Buteau dan Simu Liu ke Komedi Elizabeth Banks
Jumat / 17-07-2026, 09:07 WIB







