Dalam kesempatan tersebut, Trum menyatakan rasa bahagianya karena karya Rilke kini dapat dinikmati oleh khalayak luas di Indonesia.

Ia menilai bahwa hasil terjemahan tersebut telah berhasil menyajikan keindahan bahasa yang selaras dengan makna aslinya.

Buku ini merupakan bagian dari proyek besar bertajuk Seri Puisi Jerman yang dikerjakan oleh Trum bersama Agus R.

Sarjono.

Melalui inisiatif ini, mereka berupaya menghadirkan pemikiran dan keindahan estetika dari para penyair besar Jerman ke ruang literasi lokal.

Daftar tokoh sastra Jerman yang telah diterjemahkan dalam seri ini meliputi:

  • Johann Wolfgang von Goethe
  • Bertolt Brecht
  • Paul Celan
  • Hans Magnus Enzensberger
  • Friedrich Nietzsche
  • Georg Trakl

Bagi Trum, menerjemahkan sebuah puisi jauh lebih menantang dibandingkan dengan menerjemahkan teks-teks umum lainnya.

Menurutnya, seorang penerjemah tidak hanya memiliki tugas untuk mengalihkan makna semantik, namun juga harus mampu menjaga keindahan estetikanya.

Oleh karena itu, ia merasa proses kreatif ini tidak bisa dilakukan seorang diri tanpa melibatkan ahli bahasa lokal.

Keterlibatan seorang penyair seperti Agus R. Sarjono dianggapnya sebagai kunci untuk melahirkan teks puitis yang memiliki kualitas seni tinggi.

Sosok Rilke Sebagai Raksasa Puisi Dunia

Trum menegaskan bahwa Rainer Maria Rilke bukan sekadar penyair Jerman biasa, melainkan sosok raksasa dalam kancah sastra internasional.

>>> SELAMAT! Dillah Probokusumo dan Raszanov Resmi Menikah pada 31 Mei 2026

Karya-karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa utama dunia karena mampu menyentuh sisi kemanusiaan yang mendalam.

Puisi Rilke dianggap tetap relevan hingga saat ini karena mengangkat tema-tema universal yang dekat dengan kehidupan manusia.

Hal-hal seperti cinta, rasa sepi, kematian, hingga perjalanan spiritualitas menjadi inti dari setiap goresan pena penyair kelahiran Praha tersebut.