PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama Singapore Telecom Mobile Pte. Ltd. (Singtel) melakukan penyegaran dewan komisaris anak usaha mereka, Telkomsel.

Kedua pemegang saham menunjuk Muhammad Yusuf Ateh untuk menduduki posisi Komisaris Telkomsel. Penunjukan ini berlaku efektif sejak 1 Juni 2026.

>>> Kanwil DJP Banten Blokir Rekening 84 Wajib Pajak, Tagihan Capai Rp330 Miliar

Keputusan strategis tersebut ditetapkan pada 29 Mei 2026. Tidak ada perubahan lain pada jajaran komisaris maupun direksi perusahaan lainnya.

Strategi Pertumbuhan dan Transformasi Digital

Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi Telkomsel di tengah pemulihan sektor telekomunikasi yang semakin kompetitif.

Industri telekomunikasi saat ini berfokus pada pendekatan berbasis nilai, inovasi produk, dan peningkatan kualitas pengalaman pelanggan.

Telkomsel berkomitmen memacu pertumbuhan melalui penguatan infrastruktur konektivitas utama. Perusahaan akan berinvestasi pada pengembangan jaringan 5G serta memperluas layanan konvergensi dan solusi digital.

>>> Cara Cek Desil BPJS Kesehatan 2026 Terbaru: Panduan Resmi Paling Mudah dan Praktis

Optimasi kapabilitas teknologi berbasis Kecerdasan Buatan (AI) menjadi prioritas untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih personal dan efisien.

Strategi tersebut diharapkan menciptakan ekosistem digital yang sehat dan mendukung transformasi digital nasional.

Susunan Dewan Komisaris Telkomsel Terbaru

Berikut daftar lengkap jajaran Dewan Komisaris Telkomsel setelah penunjukan Muhammad Yusuf Ateh:

  • Komisaris Utama: Diaz F.M. Hendropriyono
  • Komisaris: Muhammad Yusuf Ateh
  • Komisaris: Ahmad Riza Patria
  • Komisaris: Irfan Wahid
  • Komisaris: Chandra Arie Setiawan
  • Komisaris: Rico Rustombi
  • Komisaris: Yuen Kuan Moon
  • Komisaris: Yip Anna

Susunan ini bertanggung jawab memastikan arah bisnis Telkomsel sesuai target pemegang saham.

>>> Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026: Libur Nasional, Tanpa Cuti Bersama

Struktur kepemimpinan ini diharapkan membawa sinergi kuat antara Telkom dan Singtel dalam menghadapi tantangan industri telekomunikasi global.