Umat Buddha di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era dengan cara yang istimewa.

Mereka menanam pohon Bodhi di kawasan Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor.

>>> Kampung Mualaf di Pedalaman Pulau Buru: Toleransi dan Perubahan

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan. Ketua panitia, Hendy Dermawan, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bulungan atas dukungan yang diberikan.

Menurut Hendy, penyediaan tempat di Kebun Raya Bundayati merupakan bentuk nyata toleransi. Momen penanaman menjadi sakral karena bertepatan dengan perayaan Waisak.

Makna Simbolis dan Dukungan Ekoteologi

Penanaman pohon Bodhi bukan sekadar penghijauan biasa. Kegiatan ini menjadi simbol niat tulus mendukung program konservasi lingkungan Pemkab Bulungan.

Aksi ini merupakan langkah nyata umat Buddha dalam menjalankan program ekoteologi dari Kemenag RI. Program tersebut mendorong keterlibatan aktif umat beragama menjaga kelestarian alam.

Pohon Bodhi atau Ficus religiosa yang ditanam memiliki posisi strategis. Pohon yang dihormati umat Buddha ini diletakkan di area tengah pulau Kebun Raya Bundayati.

Hendy mengajak seluruh masyarakat bersinergi menyukseskan agenda pembangunan daerah. Ia berharap kegiatan positif ini dapat terus berlanjut.

>>> Satgas PKH Bongkar Skandal Ekspor Logam Tanah Jarang di Batam

Apresiasi dari Bupati Bulungan

Bupati Bulungan, Syarwani, hadir langsung dalam prosesi penanaman pohon. Ia mengucapkan selamat kepada seluruh umat Buddha yang merayakan Waisak.

Syarwani berharap momentum ini membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi warga Bulungan. Ia menekankan pentingnya kerukunan antarumat beragama.

Berikut poin penting partisipasi umat Buddha dalam pembangunan daerah:

  • Partisipasi aktif dalam konservasi alam dan penghijauan di Tanjung Selor.
  • Dukungan terhadap program pemerintah melalui kegiatan sosial dan keagamaan.
  • Kontribusi meramaikan fasilitas publik seperti Kebun Raya Bundayati.
  • Penerapan nilai spiritual dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Kerukunan umat beragama di Bulungan tercermin melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi publik. Bupati Syarwani mengapresiasi kontribusi tokoh agama yang konsisten menghidupkan suasana daerah.

Kegiatan kolaboratif ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, mereka juga menebar benih ikan patin di kawasan yang sama untuk memperkaya ekosistem air.

>>> Klasemen Moto3 2026 Terbaru: Update Poin dan Posisi Pembalap

Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan Kebun Raya Bundayati semakin ramai dikunjungi. Upaya bersama menjadi bukti sinergi antara pemerintah dan warga dalam memajukan Bulungan.