Menjelang Iduladha 1447 H, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amalan sunah di bulan Zulhijah. Dua puasa sunah yang sangat dianjurkan adalah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.

Kedua puasa ini memiliki keutamaan besar bagi yang menjalankannya. Namun, masih banyak yang belum memahami perbedaan mendasar antara keduanya.

>>> Hasil Moto3 Italia 2026: Veda Ega Tembus 10 Besar, Hakim Danish Raih Podium Mengejutkan

Perbedaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Zulhijah, dua hari sebelum Iduladha. Sementara puasa Arafah dikerjakan pada 9 Zulhijah, bertepatan dengan wukuf jemaah haji di Padang Arafah.

Perbedaan tanggal ini juga memengaruhi niat yang dibaca. Niat puasa Tarwiyah: "Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta'aalaa".

>>> Koleksi Gelar UCL PSG: Rekam Jejak Terbaru di Liga Champions 2026

Niat puasa Arafah: "Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aalaa".

Tata Cara Puasa Sunah Zulhijah

Tata cara kedua puasa ini serupa dengan puasa sunah lainnya. Berikut langkah-langkahnya:

>>> Gagal di Final Liga Champions, Arsenal Jadi Bahan Olokan Klub Inggris 2026

  • Membaca niat sesuai puasa yang dijalankan.
  • Melaksanakan sahur sebelum fajar.
  • Menjaga sikap dan lisan dari perbuatan tercela.
  • Menyegerakan berbuka saat Magrib tiba.
  • Memperbanyak zikir dan doa, terutama di hari Arafah.

Keutamaan Berdoa di Hari Arafah

Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Manfaatkan momen ini untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.