Pasar saham Asia-Pasifik mengawali perdagangan Jumat pagi dengan tren positif. Investor saat ini memantau ketat perkembangan situasi geopolitik global, terutama hubungan antara Iran dan Amerika Serikat.

Pelaku pasar mulai merespons positif adanya sinyal kesepakatan damai sementara antara Washington dan Teheran. Langkah diplomasi ini diharapkan dapat meredam konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

>>> Resmi, DSI Ambil Alih Ekspor Sawit dan Batu Bara Mulai Besok

Performa Indeks Saham Utama Asia

Mayoritas bursa saham di Asia mencatatkan penguatan signifikan pada pembukaan perdagangan hari ini. Berikut rincian pergerakan sejumlah indeks utama:

  • Nikkei 225 (Jepang): naik 0,88% pada sesi pagi.
  • Topix (Jepang): menguat 0,53%.
  • Kospi (Korea Selatan): melonjak 2,68%, memimpin penguatan di kawasan.
  • Kosdaq (Korea Selatan): naik tipis 0,25%.
  • S&P/ASX 200 (Australia): menguat 0,72%.

Data tersebut menunjukkan optimisme investor yang kembali masuk ke pasar saham regional.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan kontrak berjangka Hang Seng di Hong Kong yang sedikit terkoreksi ke level 24.995.

Dinamika Konflik dan Prospek Perdamaian

Sebelumnya, situasi sempat memanas ketika media pemerintah Iran melaporkan uji coba rudal ke target tertentu pada Kamis malam.

Aktivitas militer ini terjadi di wilayah selatan Iran dan sempat memicu kekhawatiran pelaku pasar.

Pentagon juga menginformasikan adanya peluncuran rudal balistik ke arah Kuwait serta pengerahan drone di Selat Hormuz.

Ketegangan di jalur logistik energi ini biasanya menjadi sentimen negatif bagi stabilitas ekonomi global.

Namun, kekhawatiran pasar mereda setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran mulai menemui titik terang. Kedua negara dikabarkan telah menyepakati sejumlah syarat untuk menghentikan konflik secara sementara.

>>> Bayar PKB dan BBNKB Makin Ringan, Sanksi Administratif Resmi Dihapus Otomatis 2026