Acara lari ini berhasil menarik minat sebanyak 7.750 peserta yang datang dari berbagai daerah.

Rata-rata pengeluaran setiap peserta selama mengikuti acara ini diperkirakan mencapai Rp1,9 juta per orang.

>>> Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi Gratis Batch 2, Daftar Sekarang

Sebagian besar biaya tersebut dihabiskan untuk kebutuhan penginapan, makan dan minum, transportasi lokal, hingga belanja oleh-oleh.

Dari tingginya aktivitas belanja para pelari tersebut, tercatat dampak ekonomi langsung yang dihasilkan menembus angka Rp14,7 miliar.

Aktivitas sport tourism seperti ini terbukti efektif menarik wisatawan untuk tinggal lebih lama dan berbelanja lebih banyak.

Festival MakaNMakan 2026 sendiri berhasil menyedot perhatian sebanyak 45.855 pengunjung selama masa penyelenggaraannya.

Dengan rata-rata pengeluaran sebesar Rp145 ribu per orang, sektor kuliner ini mampu menyumbang dampak langsung sebesar Rp6,6 miliar.

Meskipun rata-rata belanja di festival kuliner lebih kecil, jumlah pengunjung yang sangat besar tetap memberikan dampak signifikan.

Perbandingan antara kegiatan olahraga dan kuliner dalam memberikan kontribusi finansial bagi kota Solo terlihat jelas.

Transformasi Festival Budaya Menjadi Destinasi Wisata Modern

Laporan hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Adeging Mangkunegaran telah bertransformasi lebih dari sekadar peringatan budaya rutin.

Perhelatan ini kini menjadi model pengembangan wisata terintegrasi yang memadukan berbagai elemen sekaligus.

Kolaborasi antara sport tourism, festival kuliner, dan wisata sejarah terbukti ampuh menciptakan dampak ekonomi yang luas.

Hal ini tidak hanya menguntungkan pusat kota Solo, tetapi juga merambah ke wilayah-wilayah di sekitarnya.

Kesuksesan ini diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dengan inovasi yang lebih beragam.

>>> Wabah Ebola di Kongo: 246 Tewas dalam Sepekan, WHO Turun Tangan

Melalui tata kelola festival yang baik, identitas budaya tetap terjaga sementara kesejahteraan masyarakat lokal terus mengalami peningkatan.