Perayaan Adeging Mangkunegaran 2026 membuktikan bahwa festival budaya skala besar mampu menjadi mesin penggerak ekonomi yang kuat bagi Kota Solo.

Acara tahunan ini tidak hanya menonjolkan nilai tradisi, tetapi juga sukses mengintegrasikan sektor olahraga dan kuliner dalam satu rangkaian kegiatan.

>>> 58 Pasangan Jadi Korban WO Nakal, Kerugian Rp2,6 Miliar Mengejutkan Publik 2026

Berdasarkan data dari Katadata Insight Center (KIC), dampak ekonomi yang dihasilkan dari perhelatan ini mengalami lonjakan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Efek pengganda atau multiplier effect dari acara ini menyentuh angka Rp87,9 miliar, atau meningkat sekitar 119,8 persen dari tahun lalu.

Dampak Ekonomi Langsung dan Efek Lanjutan

Penelitian yang dilakukan KIC menggunakan pendekatan model Keynesian untuk mengukur kontribusi ekonomi secara menyeluruh.

Hasilnya menunjukkan bahwa nilai dampak ekonomi langsung dari perhelatan Adeging Mangkunegaran 2026 mencapai Rp33,4 miliar.

Angka tersebut berasal dari akumulasi belanja para peserta, pengunjung, hingga biaya operasional selama penyelenggaraan acara berlangsung.

Nilai ini menjadi bukti nyata bagaimana kegiatan berskala besar memberikan suntikan dana segar bagi ekosistem bisnis lokal.

Dampak ekonomi tersebut kemudian meluas ke berbagai sektor pendukung di Kota Solo melalui efek ekonomi lanjutan.

Jika dihitung secara total, perputaran uang mencakup sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga jasa logistik mencapai nilai Rp87,9 miliar.

Laporan KIC menegaskan bahwa kontribusi langsung dari peserta memiliki pengaruh yang sangat dominan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal ini menciptakan ekosistem bisnis yang saling menguntungkan bagi penyedia jasa dan pedagang lokal di wilayah tersebut.

Kontribusi Utama dari Sektor Olahraga dan Kuliner

Kegiatan olahraga bertajuk Mangkunegaran Run 2026 menjadi penyumbang terbesar dalam menggerakkan roda ekonomi selama festival berlangsung.