Wabah Ebola di Kongo: 246 Tewas dalam Sepekan, WHO Turun Tangan
Penyebaran virus Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) semakin cepat dan mematikan. Médecins Sans Frontières (MSF) menyebut situasi saat ini sangat mengkhawatirkan.
Wakil Direktur MSF, Dr Alan Gonzalez, mengatakan penyebaran kali ini lebih parah dari wabah sebelumnya. Pernyataan itu disampaikan dua minggu setelah wabah diumumkan.
>>> Mengenal Kerajinan Mendong Tasikmalaya: Produk Ramah Lingkungan yang Banyak Dicari Dunia
"Dua minggu setelah pengumuman wabah Ebola di Provinsi Ituri, situasinya sangat mengkhawatirkan," kata Gonzalez, mengutip BBC Internasional, Minggu (31/5/2026).
Saat ini terdapat lebih dari 1.000 kasus dugaan Ebola. Setidaknya 246 orang dilaporkan meninggal dunia.
Penyebaran virus juga telah mencapai negara tetangga, Uganda. Negara itu melaporkan 9 kasus terkonfirmasi dan 1 kematian.
"Belum pernah sebelumnya wabah Ebola mencatat begitu banyak kasus begitu cepat setelah pengumumannya," ujar Gonzalez.
Ia menekankan bahwa respons di lapangan belum mampu mengimbangi penyebaran epidemi yang cepat.
"Kenyataannya saat ini adalah tidak ada yang tahu skala dan tingkat keparahan sebenarnya dari wabah ini," ungkapnya.
Kasus baru terus dilaporkan setiap hari. Namun, ratusan sampel masih belum diuji.
Kunjungan WHO ke Pusat Wabah
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengunjungi Provinsi Ituri di Kongo Timur. Wilayah itu merupakan yang paling parah terdampak.
Tedros mendesak masyarakat di pusat wabah untuk berperan lebih besar dalam memerangi penyakit ini. Menurutnya, mereka lebih memahami masalah dan solusinya.
Ia juga mengingatkan bahaya praktik pemakaman tertentu. "Praktik-praktik tertentu, termasuk menyentuh jenazah yang meninggal akibat Ebola, dapat menyebarkan virus lebih jauh," katanya.
"Meskipun kita berduka, kita harus melakukan segala yang kita bisa agar tidak kehilangan orang lain," tambah Tedros.
Update Terbaru
Masyarakat Diminta Awasi Sidang Ijazah Jokowi, Jangan Ada Cawe-cawe
Kamis / 16-07-2026, 09:46 WIB
Urutan Pakai Bedak Tabur dan Bedak Padat agar Makeup Tahan Lama
Kamis / 16-07-2026, 09:46 WIB
YouTuber Minta Maaf Usai Diduga Stalking Jennie BLACKPINK Demi Bucket List
Kamis / 16-07-2026, 09:46 WIB
Bocoran Spek Lengkap Samsung Galaxy Z Fold8 dan Z Fold8 Ultra
Kamis / 16-07-2026, 09:41 WIB
Sulit Nonton The Odyssey Sesuai Keinginan Nolan, Ini Penjelasan CEO IMAX
Kamis / 16-07-2026, 09:16 WIB
The Odyssey Berpotensi Kalahkan Pembukaan Box Office The Dark Knight
Kamis / 16-07-2026, 09:15 WIB
Lenny Kravitz Ungkap Rahasia Tetap Bugar di Usia 62 Tahun
Kamis / 16-07-2026, 09:15 WIB
Stefon Diggs Balas Gugatan Teman yang Tuduh Dirinya Fitnah soal Ferrari
Kamis / 16-07-2026, 09:14 WIB
BPOM Siap Jadi Simpul Pengawasan Koperasi Desa Merah Putih
Kamis / 16-07-2026, 09:14 WIB
Argentina Terancam Sanksi FIFA Usai Pamer Poster 'Las Malvinas'
Kamis / 16-07-2026, 09:14 WIB
Kisah Yamal Dimandikan Messi Kembali Viral Jelang Final Spanyol vs Argentina
Kamis / 16-07-2026, 09:14 WIB
Menko Yusril: Pemerintah Tunggu DPR soal RUU Perampasan Aset
Kamis / 16-07-2026, 09:14 WIB
Satu Orang Tewas Usai Lompat dari Balai Kota Los Angeles
Kamis / 16-07-2026, 09:11 WIB
Spesifikasi Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia
Kamis / 16-07-2026, 09:11 WIB







