Wabah Ebola di Kongo: 246 Tewas dalam Sepekan, WHO Turun Tangan
Kendala Penanganan
Upaya penanggulangan dan pengiriman bantuan kemanusiaan tertunda karena sejumlah kendala. Penutupan perbatasan dan bandara menjadi salah satu hambatan.
Konflik yang sedang berlangsung di DRC juga menghambat upaya penanggulangan wabah. WHO telah berulang kali memperingatkan hal ini.
>>> Makna Hari Lahir Pancasila 2026: Sejarah dan Relevansi bagi Masyarakat
Di Bunia, kehidupan sehari-hari tampak normal. Orang-orang tetap beraktivitas, berdagang, dan menjalankan kegiatan seperti biasa.
Setibanya di bandara, penumpang diwajibkan mencuci tangan dengan sabun dan air.
Imbauan kesehatan dipasang di beberapa bagian bandara, serta disiarkan melalui radio dan televisi dalam bahasa lokal dan Prancis.
Salah satu perhentian pertama Tedros adalah laboratorium Institut Nasional Penelitian Biomedis di Bunia. Sampel dari pasien yang diduga terjangkit Ebola diuji di sana.
Pejabat kesehatan setempat mengatakan fasilitas itu kini mampu memberikan hasil dalam waktu 24 jam. Hal ini membantu dokter mengidentifikasi infeksi dengan cepat dan memulai pengobatan.
Namun, kendala masih ada. Pengiriman sampel harus menempuh jarak lebih dari 1.500 km ke Kinshasa, ibu kota DRC.
Hal itu berpotensi memperluas penyebaran virus.
Kasus Dugaan di Brasil
Dalam perkembangan terpisah, pejabat kesehatan di Brasil menyelidiki sebuah kasus dugaan Ebola di negara bagian São Paulo.
Seorang pria berusia 37 tahun yang baru kembali dari DRC kini menjalani isolasi di lembaga penyakit menular.
Wabah saat ini disebabkan oleh strain Ebola langka yang dikenal sebagai Bundibugyo. Strain ini belum memiliki vaksin yang terbukti efektif dan menewaskan sekitar sepertiga dari mereka yang terinfeksi.
Virus Ebola biasanya menginfeksi hewan, terutama kelelawar buah. Wabah pada manusia dapat dimulai ketika orang mengonsumsi atau menangani hewan yang terinfeksi.
Ebola menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Cairan tersebut meliputi darah, muntah, diare, air liur, urine, air mani, dan keringat.
>>> Menakar Ketahanan Energi Nasional 2026: Fakta Terbaru yang Banyak Dicari
Virus juga dapat menular melalui sentuhan dengan benda yang terkontaminasi, seperti jarum suntik, seprai, atau pakaian.
Update Terbaru
One Piece Rilis Trailer Holy Knights, Perkenalkan Shamrock, Gunko, Sommers, dan Killingham
Senin / 01-06-2026, 05:04 WIB
Ekspor Satu Pintu Danantara DSI Resmi Berlaku Mulai 1 Juni 2026
Senin / 01-06-2026, 05:04 WIB
Cegah Radikalisme, Keluarga Jadi Benteng Utama Lindungi Generasi Muda
Senin / 01-06-2026, 05:04 WIB
Apakah Series Euphoria Season 3 Bakal lanjut Season 4?
Senin / 01-06-2026, 05:00 WIB
Ed Wu: Pokémon Go 2 Bukan Langkah Tepat, Bisa Pecah Komunitas
Senin / 01-06-2026, 04:59 WIB
3 Rekomendasi HP Redmi Midrange Paling Worth It 2026, Spek Gahar Terbaru Banyak Dicari
Senin / 01-06-2026, 04:59 WIB
AS, Inggris, dan Australia Kembangkan Drone Bawah Laut untuk Hadapi Rusia
Senin / 01-06-2026, 04:59 WIB
Motorola Edge 70 Pro+ Siap Meluncur dengan Kamera 50MP dan Baterai 6.500mAh
Senin / 01-06-2026, 04:54 WIB
Bos Hanania Group Tersangka Penipuan Umrah, Kerugian Rp12,1 Miliar
Senin / 01-06-2026, 04:54 WIB
Program Makan Bergizi Gratis 2026 Dongkrak Permintaan Telur, Peternak Optimis Cuan Cepat
Senin / 01-06-2026, 04:54 WIB
Desainer Jaguar Ciptakan Corvette Klasik Modern dengan Lampu Pop-Up
Senin / 01-06-2026, 04:49 WIB
6 Inspirasi Layout Taman Belakang Minimalis Lahan Sempit Terbaru 2026
Senin / 01-06-2026, 04:49 WIB
Strategi Pengembangan UMKM 2026: Kunci Pertumbuhan Ekonomi
Senin / 01-06-2026, 04:49 WIB
Honor 600 Pro vs Xiaomi 17: Dua Flagship dengan Keunggulan Berbeda
Senin / 01-06-2026, 04:44 WIB






