Pidato Ekonomi Prabowo: Target Pengangguran 4,3% dan Formaliasi Kerja 2027
Industrialisasi Sebagai Motor Transformasi
Presiden Prabowo menegaskan kebijakan hilirisasi dan industrialisasi akan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi.
Strategi ini diharapkan memicu permintaan tinggi terhadap tenaga kerja ahli seperti teknisi, operator modern, hingga ahli teknik dan digital.
Namun, dalam lima tahun terakhir, struktur penyerapan tenaga kerja justru menunjukkan ketergantungan tinggi pada sektor produktivitas rendah.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hingga Februari 2026 masih menjadi penyerap terbesar dengan total 42,49 juta orang.
Angka penyerapan di sektor tradisional yang mencapai 28,78% dari total pekerja menunjukkan transformasi pasar kerja belum bergerak cepat.
Ada kekhawatiran jika industrialisasi hanya berfokus pada sektor padat modal seperti smelter atau baterai kendaraan listrik, penyerapan tenaga kerja akan sangat terbatas.
Beberapa sektor industri yang perlu dikembangkan untuk mendukung penyerapan tenaga kerja secara luas meliputi:
- Industri manufaktur padat karya yang mengadopsi teknologi modern untuk efisiensi produksi.
- Pengembangan sektor agroindustri yang mampu memberikan nilai tambah pada produk pertanian lokal secara masif.
- Sektor industri makanan dan minuman dengan rantai pasok domestik yang kuat dari hulu ke hilir.
- Industri tekstil dengan teknologi menengah serta perakitan elektronik ringan yang memerlukan banyak tenaga operator.
Penguatan rantai pasok domestik penting agar hilirisasi tidak hanya menaikkan nilai ekspor, tetapi juga memperluas lapangan kerja formal.
>>> iCar V23 Resmi Dijual Rp389,9 Juta, SUV Listrik Boxy dengan Dua Varian
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dari industri besar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kelas menengah bawah.
Tantangan Formalisasi dan Reformasi Keterampilan
Target meningkatkan proporsi kerja formal menjadi 40,81% pada 2027 merupakan ambisi besar di tengah stagnansi sektor informal.
Data menunjukkan persentase pekerja informal hampir tidak bergeser dari 59,40% pada 2025 menjadi 59,42% pada 2026.
Update Terbaru
Produser id Software: Industri Game Tak Akan Lahirkan WoW atau Morrowind Lagi
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Headset Razer Kraken Kitty V3 Pro Termurah Sepanjang Sejarah, Diskon Rp 1,7 Juta
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Greater Tunb, Pulau Strategis di Teluk Persia yang Jadi Target Serangan AS
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Bellingham Keplak Pemain Argentina Usai Laga, Otamendi Turun Tangan
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Ridwan Kamil Resmi Jadi Ayah Arkana Aidan Misbach, PA Bandung Ketok Palu
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Ketajaman Prediksi Masamune Shirow dalam Ghost in the Shell
Kamis / 16-07-2026, 08:11 WIB
Tuchel Tak Menyesal Usai Inggris Kalah Dramatis dari Argentina
Kamis / 16-07-2026, 08:11 WIB
Purbaya: Outlook Stabil S&P Bukan Hadiah, Tapi Hasil Kerja Pemerintah
Kamis / 16-07-2026, 08:11 WIB
Dee Valladares Nominasi Tiga Penghuni Big Brother Season 28
Kamis / 16-07-2026, 08:08 WIB
Taylor Frankie Paul Hadapi Gugatan DCFS Utah soal Perlindungan Anak
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB
Lautaro Martinez: Saya Sudah Bilang ke Alexis, Akan Cetak Gol
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB
Wacana SPP Kembali Diberlakukan di SMA/SMK Negeri Jabar Mengemuka
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB
China Tanam Chip Otak Komersial Pertama di Dunia, Ungguli Neuralink
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB
Argentina Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Kutukan Ranking 1 FIFA Terhindarkan
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB







