Industrialisasi Sebagai Motor Transformasi

Presiden Prabowo menegaskan kebijakan hilirisasi dan industrialisasi akan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi.

Strategi ini diharapkan memicu permintaan tinggi terhadap tenaga kerja ahli seperti teknisi, operator modern, hingga ahli teknik dan digital.

Namun, dalam lima tahun terakhir, struktur penyerapan tenaga kerja justru menunjukkan ketergantungan tinggi pada sektor produktivitas rendah.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hingga Februari 2026 masih menjadi penyerap terbesar dengan total 42,49 juta orang.

Angka penyerapan di sektor tradisional yang mencapai 28,78% dari total pekerja menunjukkan transformasi pasar kerja belum bergerak cepat.

Ada kekhawatiran jika industrialisasi hanya berfokus pada sektor padat modal seperti smelter atau baterai kendaraan listrik, penyerapan tenaga kerja akan sangat terbatas.

Beberapa sektor industri yang perlu dikembangkan untuk mendukung penyerapan tenaga kerja secara luas meliputi:

  • Industri manufaktur padat karya yang mengadopsi teknologi modern untuk efisiensi produksi.
  • Pengembangan sektor agroindustri yang mampu memberikan nilai tambah pada produk pertanian lokal secara masif.
  • Sektor industri makanan dan minuman dengan rantai pasok domestik yang kuat dari hulu ke hilir.
  • Industri tekstil dengan teknologi menengah serta perakitan elektronik ringan yang memerlukan banyak tenaga operator.

Penguatan rantai pasok domestik penting agar hilirisasi tidak hanya menaikkan nilai ekspor, tetapi juga memperluas lapangan kerja formal.

>>> iCar V23 Resmi Dijual Rp389,9 Juta, SUV Listrik Boxy dengan Dua Varian

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dari industri besar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kelas menengah bawah.

Tantangan Formalisasi dan Reformasi Keterampilan

Target meningkatkan proporsi kerja formal menjadi 40,81% pada 2027 merupakan ambisi besar di tengah stagnansi sektor informal.

Data menunjukkan persentase pekerja informal hampir tidak bergeser dari 59,40% pada 2025 menjadi 59,42% pada 2026.