Kru Japan Airlines Terbukti Minum Alkohol Sebelum Tugas, Pemerintah Turun Tangan
Pemerintah Jepang tengah menyelidiki Japan Airlines (JAL) terkait pelanggaran prosedur keselamatan. Dua awak kabin diduga mengonsumsi alkohol sebelum bertugas.
Kementerian Transportasi Jepang melakukan inspeksi di kantor pusat maskapai pada Kamis (29/5/2026). Tindakan kru yang minum minuman keras sebelum terbang melanggar regulasi penerbangan yang ketat.
>>> Progres Pembangunan Jalan Kompleks Yudikatif IKN Capai 19,35 Persen
Kronologi Insiden
Kasus ini terungkap setelah penerbangan domestik rute Hiroshima menuju Bandara Haneda, Tokyo, tertunda lebih dari 40 menit. Pihak maskapai mengakui adanya masalah disiplin yang melibatkan dua awak kabin.
Dua orang kru terbukti minum alkohol dalam kurun waktu kurang dari 12 jam sebelum jadwal keberangkatan.
Salah satu pelaku adalah kepala awak kabin yang memiliki tanggung jawab besar dalam operasional pesawat.
Pemerintah melakukan wawancara mendalam dan memeriksa dokumen resmi untuk mengungkap rincian pelanggaran. Investigasi juga meninjau efektivitas sistem pengawasan yang diterapkan manajemen JAL.
Kasus Serupa Sebelumnya
Kejadian ini bukan pertama kalinya. Pada tahun 2025, seorang kapten penerbangan internasional JAL juga melanggar aturan terkait alkohol.
>>> Gitrek Singkong Khas Subang, Camilan Tradisional Renyah yang Kini Banyak Dicari
Pelanggaran tersebut menyebabkan penundaan jadwal keberangkatan.
Rentetan kasus ini memicu keprihatinan tentang budaya kerja dan disiplin kru penerbangan. Otoritas transportasi mendorong sanksi atau pengawasan lebih ketat bagi manajemen maskapai.
Respons Japan Airlines
Menanggapi investigasi, manajemen JAL mengumumkan langkah preventif yang lebih tegas. Mereka berkomitmen memperketat kebijakan internal untuk mencegah kejadian serupa.
Salah satu aturan baru adalah larangan bagi seluruh awak kabin untuk minum alkohol di lokasi penginapan.
Aturan ini berlaku mutlak bagi pramugari dan pramugara yang sedang dalam masa persiapan sebelum tugas terbang.
>>> Cara Baru Ubah Rel Kereta Jadi Mesin Penerimaan Negara 2026, Resmi dan Aman
Langkah pengetatan disiplin diharapkan memulihkan citra maskapai di mata penumpang. Keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi kini menjadi fokus utama JAL.
Update Terbaru
MotoGP Hapus Partisipasi Pembalap Wildcard Mulai Musim 2027
Minggu / 31-05-2026, 21:24 WIB
Ria Ricis Bantah Pakai Piercing Usai Operasi Hidung, Ternyata Hanya Stiker
Minggu / 31-05-2026, 21:24 WIB
Haaland Siap Bawa Norwegia ke Piala Dunia 2026, Target Tak Sekadar Jadi Peserta
Minggu / 31-05-2026, 21:23 WIB
Manchester United Bidik Ederson untuk Gantikan Peran Casemiro
Minggu / 31-05-2026, 21:19 WIB
Arsenal Tersingkir, Kai Havertz Ukir Sejarah di Final Liga Champions 2026
Minggu / 31-05-2026, 21:19 WIB
Jadwal Siaran Langsung Moto3 Italia 2026: Veda Ega Start Posisi 13
Minggu / 31-05-2026, 21:18 WIB
Liverpool Pecat Arne Slot Setelah Musim Tanpa Trofi
Minggu / 31-05-2026, 21:14 WIB
Analisis PSG vs Arsenal 2026: Taktik Pressing Tinggi yang Mengejutkan Dunia
Minggu / 31-05-2026, 21:14 WIB
Paceklik Gol di Klub, Christian Pulisic Ungkap Janji Mengejutkan Jelang Piala Dunia 2026
Minggu / 31-05-2026, 21:13 WIB
Timnas U19 Indonesia Siap Tempur di Piala AFF U19 2026
Minggu / 31-05-2026, 21:09 WIB
Max Verstappen Beri Sinyal Pensiun Dini dari F1, Ini Alasannya
Minggu / 31-05-2026, 21:09 WIB
Nova Arianto Ungkap Strategi Timnas U-19 di Piala AFF 2026, Juara Bukan Prioritas
Minggu / 31-05-2026, 21:08 WIB
Harry Maguire Dikabarkan Ditawarkan ke Inter Milan Usai Perpanjang Kontrak
Minggu / 31-05-2026, 21:04 WIB
Biaya Marketplace Mahal, Kementerian UMKM Resmi Adukan Masalah ke Komdigi
Minggu / 31-05-2026, 21:04 WIB






