Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis hasil evaluasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) terbaru.

Data menunjukkan nilai rata-rata Bahasa Indonesia siswa SD dan SMP melampaui capaian SMA dan SMK.

>>> Ria Ricis Akui Operasi Plastik di Luar Negeri, Alasan Medis Ini Jadi Pemicunya

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Kapusmendik) Kemendikdasmen, Rahmawati, menyebut skor rata-rata SD mencapai 60,14.

Sementara itu, SMP mencatat 60,83, lebih tinggi dari SMA/MA/SMK yang hanya 55,38.

Faktor Teknis Pelaksanaan

Perbedaan nilai dipengaruhi aspek teknis dan substansi. Dari sisi teknis, siswa SD dan SMP hanya mengerjakan satu mata pelajaran per hari.

Sebaliknya, siswa SMA harus menyelesaikan Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris secara bertumpuk.

Masa persiapan ujian juga berbeda. Siswa SMA hanya memiliki waktu tiga hingga empat bulan, sedangkan SD dan SMP mendapat durasi lebih panjang.

>>> 5 Lagu Masha and the Bear Paling Populer 2026, Ikonik dan Banyak Dicari

Hal ini membuat siswa tingkat dasar lebih siap menghadapi ujian.

Aspek Substansi Materi

Aspek substansi berkaitan dengan tingkat kesulitan soal. Semakin tinggi jenjang, tuntutan kemampuan penalaran semakin dominan.

Tiga level kognitif yang digunakan adalah pengetahuan, penerapan, dan penalaran.

Di SD, fokus pada penguatan konsep dasar seperti geometri dan bilangan. SMP menekankan penerapan konsep, sementara SMA menguji penalaran tingkat tinggi dan penyelesaian masalah non-rutin.

>>> Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis, Sandhy Sondoro Beri Reaksi Menggelitik

Rahmawati menekankan bahwa kemampuan bernalar siswa SMA perlu terus didorong. Meskipun usia dan masa belajar bertambah, standar ujian yang lebih kompleks membutuhkan penguasaan konsep yang lebih mendalam.