Harga Minyak Anjlok ke US$93,3, Harapan Damai AS-Iran Jadi Kabar Terbaru 2026
Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada sesi perdagangan Jumat (29/5). Penurunan ini dipicu oleh optimisme pasar terhadap peluang perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Meskipun demikian, penurunan harga sempat tertahan oleh pernyataan otoritas AS. Pemerintah menyatakan bahwa kesepakatan hampir tercapai namun belum final.
>>> DPR Dorong Pemerintah Seriusi Potensi Pajak Ekonomi Digital
Pergerakan Harga Minyak Dunia
Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga minyak Brent kontrak Juli tercatat US$93,36 per barel, turun 0,37%.
Sementara WTI AS berada di US$88,27 per barel, turun 0,71%.
Brent kontrak Agustus juga melemah 0,50% ke US$92,24 per barel. Secara kumulatif, harga minyak mentah telah merosot lebih dari 8% dalam sepekan terakhir.
Brent sempat menyentuh titik terendah di US$87,11, berbanding terbalik dengan puncak pekan lalu yang mencapai US$109,47.
Fluktuasi Pasar dan Isu Selat Hormuz
Pergerakan harga komoditas energi ini terpantau sangat fluktuatif dalam beberapa sesi terakhir. Selisih harga sempat melebar hingga US$6 per barel akibat ketidakpastian informasi terkait konflik Iran.
>>> Team Flash Juara SEA Finals, 3 Tim Indonesia Resmi Lolos ke PMGO 2026 Jakarta
Investor saat ini fokus pada potensi pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh. Jalur laut ini melayani transit bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Hingga saat ini, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut belum kembali normal. Volume lalu lintas kapal masih jauh di bawah kapasitas sebelum konflik tiga bulan lalu.
Progres Negosiasi Diplomatik AS dan Iran
Laporan internal menyebutkan kedua negara telah mencapai kesepakatan awal pada hari Kamis. Kesepakatan mencakup perpanjangan gencatan senjata dan penghapusan blokade pelayaran.
Namun, persetujuan akhir dari Presiden Donald Trump masih ditunggu. Media resmi Iran mengonfirmasi bahwa proses negosiasi belum sepenuhnya tuntas.
Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan Washington dan Teheran semakin dekat untuk mencapai kata sepakat. Meskipun belum final, pemerintah AS optimis dengan arah pembicaraan.
>>> UGR JJLS Kulon Progo Rp320 Miliar Belum Cair, Warga Masih Menunggu Info Terbaru 2026
Proses diplomasi tetap berjalan meski belum ada jaminan waktu penandatanganan. Optimisme ini diharapkan memberikan stabilitas pada pasokan energi global.
Update Terbaru
Ringgo Agus Rahman Akui Belum Siap Anak Tidur Sendiri
Minggu / 31-05-2026, 09:28 WIB
Maia Estianty Tegur Netizen yang Tanya Momongan El Rumi dan Syifa Hadju
Minggu / 31-05-2026, 09:28 WIB
New York Times Rilis Solusi Wordle Akhir Mei 2026
Minggu / 31-05-2026, 09:23 WIB
FIFA Jamin Timnas Iran Dapat Visa Piala Dunia 2026, Keputusan Resmi yang Dinanti
Minggu / 31-05-2026, 09:23 WIB
Acer Resmi Luncurkan Handheld Gaming Predator Atlas 8 dengan Intel Arc G3
Minggu / 31-05-2026, 09:18 WIB
Resmi! Daftar 26 Pemain Timnas Kanada di Piala Dunia 2026, Ada Kejutan?
Minggu / 31-05-2026, 09:18 WIB
BMKG Prakirakan Cuaca Bogor Selatan Berawan Hari Ini Minggu 31 Mei 2026
Minggu / 31-05-2026, 09:13 WIB
Kutukan Arsenal 2026: Rekor Tak Terkalahkan tapi Gagal Juara Champions
Minggu / 31-05-2026, 09:13 WIB
BMKG Prakirakan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Berawan Tebal, Suhu Capai 32 Derajat
Minggu / 31-05-2026, 09:08 WIB
Persib Bandung Buka Suara Soal Sanksi FIFA 2026, Ini Penyebabnya
Minggu / 31-05-2026, 09:08 WIB
BMKG Prakirakan Cuaca Bandung Cerah Berawan Hari Ini Minggu 31 Mei 2026
Minggu / 31-05-2026, 09:03 WIB
PSG Juara UCL 2026 Usai Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti
Minggu / 31-05-2026, 09:03 WIB
Daftar Negara yang Larang Tayang Masha and the Bear
Minggu / 31-05-2026, 08:58 WIB
Pembalap Indonesia Qarrar Firhand Tembus 10 Besar South Garda 2026
Minggu / 31-05-2026, 08:58 WIB






