Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada sesi perdagangan Jumat (29/5). Penurunan ini dipicu oleh optimisme pasar terhadap peluang perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Meskipun demikian, penurunan harga sempat tertahan oleh pernyataan otoritas AS. Pemerintah menyatakan bahwa kesepakatan hampir tercapai namun belum final.

>>> DPR Dorong Pemerintah Seriusi Potensi Pajak Ekonomi Digital

Pergerakan Harga Minyak Dunia

Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga minyak Brent kontrak Juli tercatat US$93,36 per barel, turun 0,37%.

Sementara WTI AS berada di US$88,27 per barel, turun 0,71%.

Brent kontrak Agustus juga melemah 0,50% ke US$92,24 per barel. Secara kumulatif, harga minyak mentah telah merosot lebih dari 8% dalam sepekan terakhir.

Brent sempat menyentuh titik terendah di US$87,11, berbanding terbalik dengan puncak pekan lalu yang mencapai US$109,47.

Fluktuasi Pasar dan Isu Selat Hormuz

Pergerakan harga komoditas energi ini terpantau sangat fluktuatif dalam beberapa sesi terakhir. Selisih harga sempat melebar hingga US$6 per barel akibat ketidakpastian informasi terkait konflik Iran.

>>> Team Flash Juara SEA Finals, 3 Tim Indonesia Resmi Lolos ke PMGO 2026 Jakarta

Investor saat ini fokus pada potensi pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh. Jalur laut ini melayani transit bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Hingga saat ini, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut belum kembali normal. Volume lalu lintas kapal masih jauh di bawah kapasitas sebelum konflik tiga bulan lalu.

Progres Negosiasi Diplomatik AS dan Iran

Laporan internal menyebutkan kedua negara telah mencapai kesepakatan awal pada hari Kamis. Kesepakatan mencakup perpanjangan gencatan senjata dan penghapusan blokade pelayaran.

Namun, persetujuan akhir dari Presiden Donald Trump masih ditunggu. Media resmi Iran mengonfirmasi bahwa proses negosiasi belum sepenuhnya tuntas.

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan Washington dan Teheran semakin dekat untuk mencapai kata sepakat. Meskipun belum final, pemerintah AS optimis dengan arah pembicaraan.

>>> UGR JJLS Kulon Progo Rp320 Miliar Belum Cair, Warga Masih Menunggu Info Terbaru 2026

Proses diplomasi tetap berjalan meski belum ada jaminan waktu penandatanganan. Optimisme ini diharapkan memberikan stabilitas pada pasokan energi global.