Dugaan penipuan yang melibatkan penyedia wedding organizer (WO) dan catering Marwah kembali memunculkan korban baru.

Setelah pasangan di Bekasi melaporkan kerugian Rp85,5 juta, kini calon pengantin asal Sunter, Jakarta Utara, mengaku kehilangan hampir Rp100 juta.

>>> 5 Komplikasi Berbahaya Asam Urat, dari Kerusakan Sendi hingga Serangan Jantung

Mayang dan Imam akan melangsungkan pernikahan pada 30 Mei 2026. Mereka telah menyetorkan dana sebesar Rp99,75 juta untuk paket pernikahan berkapasitas 1.000 tamu.

Promo Menggiurkan

Pasangan ini mulai mencari vendor pernikahan melalui media sosial pada November hingga Desember 2025.

Saat itu, Marwah menawarkan berbagai promo menarik seperti potongan harga, bonus stan, dan photobooth gratis.

Mayang mengaku sempat curiga dengan promo yang diberikan. "Sebenarnya saya agak curiga sejak awal karena dia suka kasih promo yang enggak masuk akal.

Benar-benar banyak bonus dan potongan harga," ujarnya kepada CNBC Indonesia.

Namun, calon suaminya tetap tertarik karena paket yang ditawarkan sesuai anggaran. Pada akhir Desember 2025, Imam melakukan pembayaran uang muka sekitar Rp30 juta tanpa sepengetahuan Mayang.

"Saya baru tahu paginya setelah melihat unggahan bukti transfer di Instagram. DP-nya sekitar Rp30 jutaan," katanya.

Kekhawatiran Muncul

Meski sempat khawatir, pasangan tersebut tetap melanjutkan kerja sama.

Kekhawatiran mulai muncul pada Februari 2026 setelah Mayang menemukan keluhan pelanggan lain di media sosial terkait layanan Marwah.

>>> Tanda-Tanda Skinny Fat, Tubuh Kurus tapi Menyimpan Lemak Berbahaya

Mereka menghubungi pemilik Marwah, Eka, untuk meminta kepastian. "Owner-nya, Eka, membalas dan meminta dukungan serta doa.

Saat itu isu soal Marwah sebenarnya sudah ramai di media sosial," ujarnya.

Menjelang hari pernikahan, pasangan tersebut diminta melunasi pembayaran H-30 sebelum acara. Mereka juga beberapa kali ditawari tambahan fasilitas dan potongan harga untuk menambah jumlah tamu undangan.