Road Transport Department (JPJ) Malaysia melaporkan maraknya penipuan yang dilakukan para calo di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Modus para calo adalah menetapkan biaya tinggi untuk transportasi menuju pusat kota Kuala Lumpur.

>>> Polisi Tangkap Pasangan Pembuang Bayi 4 Hari di Toilet Kereta Sancaka

Tarif normal sekitar 80 ringgit (Rp355 ribu) dinaikkan menjadi 300-500 ringgit (Rp1,3 juta-Rp2,2 juta).

Direktur Jenderal JPJ Datuk Aedy Fadly Ramli mengatakan, praktik ini menargetkan wisatawan asing yang baru tiba di bandara.

Operasi Khusus Dilanjutkan

Otoritas setempat terus mengerahkan personel tambahan di KLIA untuk mencegah penipuan. Operasi khusus sebelumnya berlangsung pada 12-26 Juni 2026 dan kini masih berlanjut.

>>> Papua Football Academy Antar 4 Talenta Muda Raih Mimpi di Timnas U-17

Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB). Petugas JPJ melakukan penyamaran dan dibantu warga asing untuk mengidentifikasi calo.

Bandara Internasional Kuala Lumpur memiliki luas sekitar 100 kilometer persegi dan menjadi pusat penerbangan domestik dan internasional.

>>> Hell is Us di Nintendo Switch 2 Mundur ke Oktober 2026

Hingga Mei 2026, Malaysia telah menyambut 17,5 juta wisatawan asing, menjadikannya negara paling banyak dikunjungi di Asia Tenggara.