Andoni Iraola memilih meninggalkan Bournemouth setelah sukses mengantarkan tim finis di peringkat keenam Premier League musim ini. Pencapaian tersebut memastikan tiket Bournemouth ke Liga Europa musim depan.

Pelatih asal Spanyol berusia 43 tahun itu menegaskan tidak akan memperpanjang kontraknya di Vitality Stadium. Masa kerjanya dijadwalkan berakhir pada bursa transfer musim panas tahun ini.

>>> Insinyur Jerman Kembangkan Robot Penjelajah Mars Bisa Berenang di Pasir

Keputusan Iraola langsung menarik perhatian sejumlah klub besar Eropa. AC Milan sempat memimpin perburuan untuk mendapatkan mantan pelatih Rayo Vallecano tersebut.

Perwakilan Iraola dikabarkan telah bertemu dengan manajemen AC Milan awal pekan ini. Namun, negosiasi berjalan lambat karena Iraola meragukan visi proyek olahraga jangka panjang klub Italia itu.

Di sisi lain, Crystal Palace bergerak lebih agresif.

Tim berjuluk The Eagles itu telah mengajukan penawaran kontrak konkret dan meminta keputusan final sebelum akhir pekan ini.

>>> Harga Honda Jazz Bekas 2020 Stabil Mulai Rp210 Juta

Iraola diproyeksikan menjadi suksesor Oliver Glasner yang memilih pergi meski baru membawa Palace juara Conference League. Meski mendapat desakan kuat, Iraola diyakini akan menolak tawaran tersebut.

Pintu Tertutup di Liverpool dan Bayer Leverkusen

Iraola dikabarkan masih berharap bisa menangani klub impiannya, Liverpool atau Bayer Leverkusen. Namun, peluang menuju kedua klub tersebut dipastikan tertutup saat ini.

Nama Iraola sempat dikaitkan dengan Anfield menyusul penurunan performa Liverpool musim 2025/2026. Manajemen Liverpool tetap memberikan jaminan keamanan posisi bagi Arne Slot.

Sinyal bertahannya Slot semakin kuat seiring bergabungnya Etienne Reijnen, mantan asisten Slot di Feyenoord, ke dalam staf kepelatihan Liverpool.

>>> 5 Rekomendasi Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Nyaman dan Serbaguna

Sementara itu, Bayer Leverkusen tidak melirik Iraola dan fokus menjalin komunikasi dengan Felipe Luis untuk posisi pelatih kepala.