Para insinyur asal Jerman mengembangkan jenis rover baru yang bergerak dengan teknik mirip berenang di dalam pasir. Inovasi ini dibuat untuk menghadapi medan berpasir Mars yang sulit dilalui.

Inspirasi desain unik ini berasal dari ikan pasir Afrika, sejenis kadal gurun yang hidup di Sahara.

>>> 5 Rekomendasi Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Nyaman dan Serbaguna

Hewan tersebut mampu menggali serta bergerak di bawah pasir layaknya ikan berenang di air.

Rover dengan Roda Berosilasi

Melalui video yang dirilis Universitas Würzburg, rover berwarna perak berukuran mirip kulkas mini itu terlihat bergerak di atas arena pasir.

Berbeda dari rover biasa, keempat roda rover ini memotong pasir menggunakan gerakan menyerupai pola angka delapan.

Robot tersebut mampu bergerak maju beberapa meter, berbelok, lalu kembali ke titik awal dengan stabil.

"Roda-roda ini meniru interaksi khas ikan pasir dengan tanah, menghasilkan gaya longitudinal dan lateral," ujar peneliti Universitas Würzburg, Amenosis Lopez.

Menurutnya, roda rover juga meninggalkan jejak berbentuk sinusoidal di permukaan pasir.

Meski robot penjelajah luar angkasa identik dengan roda bundar atau rantai, desain tersebut belum ideal untuk kondisi Mars yang ekstrem.

Pasir memiliki karakteristik unik karena dapat bertindak seperti benda padat sekaligus cair.

Medan di Mars juga dipenuhi lereng curam, permukaan tidak rata, serta area pasir lunak yang mudah membuat roda rover terjebak.

Alam telah lebih dulu menemukan solusi melalui ikan pasir Sahara.

Meski namanya ikan pasir, hewan ini sebenarnya adalah kadal dari keluarga skink. Saat di permukaan, ia berjalan seperti kadal biasa menggunakan kaki kecilnya.

Ketika masuk ke pasir, tubuhnya bergerak bergelombang kuat untuk mendorong dirinya maju.