>>> EA Sports Bagikan Kode Redeem FC Mobile untuk Berburu Kartu UTOTS

Melalui pencitraan sinar-X, ilmuwan menemukan bahwa gerakan tubuh ikan pasir sangat mirip dengan ikan yang berenang di air.

Gerakan tersebut menghasilkan dorongan sekaligus mengurangi hambatan pasir.

Pada 2011, para insinyur Georgia Tech juga pernah membuat robot berbasis gerakan ikan pasir.

Penelitian mereka menunjukkan bentuk kepala ikan pasir yang menyerupai baji membantu hewan itu bergerak lebih mudah di dalam pasir.

Tantangan dan Pengembangan Uji Coba

Tim pengembang rover terbaru ini mengklaim desain roda baru mereka lebih stabil dibanding roda bundar biasa saat melewati medan berpasir.

Roda berosilasi pada rover baru mampu menjaga kestabilan pergerakan.

Pengembangan teknologi ini tidak langsung berhasil. Model awal rover dilaporkan terlalu berat sehingga justru tenggelam ke dalam pasir saat diuji.

Para peneliti kemudian mendesain ulang rover dengan memperlebar roda dan mengurangi bobot keseluruhan perangkat.

Walau menjanjikan, teknologi ini masih membutuhkan banyak pengembangan sebelum digunakan dalam misi rover NASA di Mars.

Para ilmuwan masih harus meningkatkan kemampuan kendali rover serta mengatasi masalah selip di medan nyata.

Selain itu, rover masa depan juga harus mampu membawa berbagai instrumen ilmiah dan muatan tambahan.

>>> Kasus Diabetes Usia Muda Meningkat Akibat Perubahan Gaya Hidup

Desain rover ini menjadi bukti bagaimana alam dan proses evolusi dapat menginspirasi solusi teknik modern untuk menjelajahi lingkungan paling ekstrem di tata surya.