Ini kabar buruk bagi General Motors dan Volkswagen yang menjadikan China sebagai mesin uang utama. Segmen premium pun mulai dikuasai China.

Huawei Maextro S800 menjadi sedan mewah terlaris di China untuk kategori di atas Rp1,7 miliar. Mobil itu menggeser Porsche Panamera dan BMW Seri 7.

Pasar domestik China sebenarnya mengalami perlambatan pertumbuhan. Kompetisi dalam negeri makin sengit karena perang harga dan kelebihan kapasitas produksi.

Hal ini mendorong banyak brand melakukan ekspansi agresif ke berbagai negara, termasuk Asia Tenggara.

Bergabung atau Makin Tertinggal

Meski banyak negara menerapkan tarif tinggi, ekspansi merek China tetap tak terbendung.

Chery Jaecoo 7 menjadi salah satu model baru terlaris di Inggris hanya dalam 14 bulan sejak diluncurkan.

Konsultan otomotif James Pearson menilai proteksi pasar tidak akan menghentikan globalisasi korporasi otomotif China. "Jika Anda menutup mereka dari satu pasar, mereka akan mencari pasar lain," katanya.

Russo mengatakan brand yang mau berkolaborasi dengan China masih punya peluang. Yang memilih menghambat justru berisiko makin tertinggal.

Volkswagen kabarnya membayar 700 juta dolar untuk akses ke arsitektur perangkat lunak dan sistem otonom XPeng.

Volkswagen mengakui teknologi itu tidak bisa dikembangkan sendiri di Jerman dengan cukup cepat.

Stellantis menandatangani kesepakatan senilai 1 miliar euro dengan Dongfeng untuk memproduksi model Peugeot dan Jeep di China. Kesepakatan itu juga membawa merek EV Voyah ke Eropa.

>>> Apple Kembangkan Fitur Anti Copet iPhone yang Terinspirasi dari Android

Toyota, Hyundai, Ford, dan Nissan juga memperluas operasi riset di China. Mereka menggunakan sumber daya lokal untuk pengembangan produk dan teknologi.