Ferrari memperkenalkan mobil listrik pertamanya, Ferrari Luce, pekan ini. Namun, peluncuran ini langsung memicu kontroversi besar.

Desain Luce digarap oleh mantan kepala desain Apple, Jony Ive, bersama firma LoveFrom. Banyak pihak menilai tampilannya terlalu jauh dari identitas klasik Ferrari.

>>> Polri Tetapkan Syarat Usia Minimal Pembuatan SIM Berdasarkan Jenis Kendaraan

Kritik dari Mantan CEO dan Publik

Mantan CEO Ferrari, Luca di Montezemolo, menyebut mobil itu berisiko “menghancurkan legenda” Ferrari. Ia menilai desainnya terlalu meninggalkan DNA merek asal Italia tersebut.

Di media sosial, publik membandingkan bentuk Luce dengan penyedot debu, sandal karet, hingga Fiat Multipla. Kritik tajam datang dari penggemar setia yang merasa identitas sport agresif Ferrari hilang.

Desain Minimalis ala Apple

Luce hadir sebagai mobil listrik empat pintu dengan kapasitas lima penumpang. Konfigurasi ini sangat berbeda dengan model coupe dua pintu khas Ferrari klasik.

>>> Pemkot Semarang Adopsi 27 Bus Listrik untuk Kurangi Polusi Udara

Pendekatan minimalis khas Apple tampak kental pada eksterior dan interior. Kabin menggunakan material aluminium CNC, layar digital besar, serta perpaduan tombol fisik dan antarmuka sentuh adaptif.

Manajemen Ferrari menyatakan model ini sengaja dirancang sebagai simbol era baru. Arsitektur platform EV memungkinkan kabin yang lebih luas, nyaman, dan futuristis.

Reaksi Investor dan Rencana Produksi

Setelah peluncuran, saham Ferrari turun sekitar 8 persen. Investor khawatir mobil ini tidak diterima penggemar loyal Ferrari.

>>> Haka Auto Pasok 20 Persen Penjualan Mobil Listrik BYD di Indonesia

Meski kontroversial, manajemen tetap percaya diri dengan strategi elektrifikasi. Ferrari Luce dijadwalkan mulai produksi pada 2026 sebagai pilar penting rencana jangka panjang perusahaan.