Haka Auto berhasil menyumbang sekitar 20 persen dari total penjualan mobil listrik BYD di Indonesia. Pencapaian ini didorong oleh ekspansi jaringan diler yang agresif.

Perusahaan ini kini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu mitra penjualan utama BYD di Tanah Air. Ekspansi diler menjadi faktor utama di balik besarnya kontribusi tersebut.

>>> BYD Perkenalkan Hatchback Hybrid Dolphin G DM-i untuk Pasar Eropa

"Untuk secara umum (kontribusi penjualan di BYD) sekitar 20 persen, Denza sedikit lebih besar sekitar 25 persen," ujar Hariyadi Kaimuddin, CEO Haka Auto di Jakarta.

Haka Auto saat ini menempati posisi kedua sebagai grup diler BYD terbesar di Indonesia dari sisi volume penjualan.

Jaringan diler terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak daerah.

"Karena memang di BYD kontribusi itu tergantung juga jumlah cabang yang sudah kami buka," kata Hariyadi.

>>> OLXmobbi Buka Gerai Baru di Bogor dan Samarinda

Haka Auto telah mengoperasikan puluhan cabang BYD di Indonesia. Keberadaan diler ini mendukung layanan purnajual, edukasi teknologi kendaraan listrik, dan fasilitas pengisian daya.

"BYD sekarang sudah beroperasi 20 cabang. Sampai Juli 2026 harusnya sudah tembus 30-an cabang.

Denza total sudah 4 cabang," jelas Hariyadi.

Pertumbuhan jaringan ini terjadi di tengah tren positif BYD yang telah mengedarkan sekitar 90.000 unit kendaraan secara akumulatif di Indonesia hingga Mei 2026.

>>> PT Piaggio Indonesia Restrukturisasi Lini Produk Vespa GTS

BYD menguasai pangsa pasar kendaraan listrik nasional lebih dari 57 persen pada akhir 2025.